Postingan

Akar dari Segala Kejahatan

Untuk mengatasi agresi akibat krisis yang tidak selesai, termasuk intensi untukmembunuh dirinya, saya memilih untuk memahami kondisi ini sekali lagi.Aku melakukan fighting roleplay untuk mereplikasi peristiwa Basmut Rheinz. Di situ terjadi interpretasi proyeksi sehingga aku memahami maknanya. Ditemukan powerlessness yang menjadi motif utama adanya injustice. Artinya terdapat abuse of power yang akhirnya melukai jiwaku. Ada kekerasan psikologis terjadi, selain kekerasan fisik dengan adanya pemukulan yang ia lakukan padaku di kampus UPI.Jawaban untuk krisis itu ditemukan setelah menghadapi perspektif sinister. Dimana aku mengarahkan segala sasaran pada diriku sendiri. Aku menemukan adanya pola suicidal yang diarahkan dengan perilaku. Aku menyadari bahwa aku merencanakan peristiwa itu semua termasuk skenario "pembunuhan" jiwaku. Dengan perspektif ini ditambahkan pada peta kognitif maka aku memahami bahwa bukan "semua kesalahan ada pada dirinya" melainkan ada sebab dar…

Next Grieving (Kesedihan Berikutnya)

Sudah ku peringatkan beberapa kali pada diriku sendiri bahwa ia bukanlah teman yang baik.Seorang kawan bernama Elga mengingatkan juga, "ia bukanlah teman yang baik. Go on with your own life."Aku menyadari bahwa aku mengalami sebuah siklus Grief yang dikemukaan oleh Kubler-Ross. Bukan karena masih merasa sulit untuk melepaskan ia dari pikiran ku. Namun aku menyesali peristiwa itu.Aku pun menyadari kenapa ia mengabaikan aku, tidak menghubungi aku ketika krisis. Jawabannya sederhana, ia sudah tidak peduli lagi.Muncul kenangan bernosi "malu". Yang artinya ia sudah tidak bisa menerima diriku lagi akibat tekanan sosial. Menunjukan bahwa dirinya rentan terhadap penilaian sosial dan memilih tunduk pada penilaian itu. Sementara saya menyadari juga bahwa penilaian itu BELUM TENTU BENAR.Nosi berikutnya adalah "iri". Aku sedikit tertawa.Kenapa kamu membandingkan dirimu dengan ku?Aku bukanlah untuk ditandingi, melainkan untuk berbagi. Sudah lelah diriku, dan mengingat…

Pertarungan di Desa Tengah Gurun Salihara

Di sebuah desa di tengah gurun.Sinatra dan Alfariz melanjutkan perjalanan. Kita sekarang sedang menyaksikan pertarungan antara mereka dengan seekor Melomantis.Sinatra memegang sebuah pedang kecil. Ia menyerang dengan blaze, pusaran api keluar dari sayatan pedangnya. Ia melompat menghindar, disusul Alfariz yang tangan kosong melakukan tendangan sapuan bawah. Melomantis mundur. Sinatra menyerang, melompat dari atas. "Rasakan ini!" Teriak Sinatra.Sabetan terakhir mengenai kepala Melomantis. Melomantis tumbang. Sinatra dan Alfariz memenangkan pertarungan.JOB TITLE
Sinatra - Thief
Alfariz - MonkPerpisahan menciptakan jarak yang berabad. Dunia yang terpisah antara tiga orang: Kaer, Sinatra, dan El Khansa. Sinatra semakin jauh melangkahi ceritanya.Telah berlalu, pengkhianatan berlalu. Guntara meninggalkan rombongan, sementara prajurit lainnya gugur. Sinatra memutuskan untuk melakukan perjalanan panjang. Mencari batu pemberontakan, itulah nama yang tersebar bagi orang-orang Gurun Sa…

Mengutip Status RAB #ngena

Beberapa orang mungkin pernah mengalami kekecewaan pada temannya hingga memutuskan untuk menjaga jarak. Jarak ini dipahami sebagai hal yang jadi sebab. Kesalahpahaman mungkin terjadi karena salah satu atau keduanya tidak mau terbuka atau tidak menerima keterbukaan itu. Atau tidak mau tahu karena prinsip orang lain yang harus selalu memahami dan memaklumi dia, tapi dia tidak peduli dengan timbal balik sebuah pertemanan.Tapi hidup harus terus berjalan. Teman datang dan pergi. Teman sejati yang akan tetap tinggal dengan berbagai kondisi dan setelah lulus uji.Apa pun yang terjadi, semoga yang baik-baik datang menghampiri, semoga kita semua selalu berbahagia.- RAB, 2017

Dinamika Penyucian Diri

Resolusi Pembalasan Dendam itu ada dua. Satu adalah membalaskan dendam itu. Dua adalah melakukan penyucian diri, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Fadzul Haka. Karena membalaskan dendam adalah tidak mungkin karena pada kondisi saat ini ia kabur dan berlari padaku, lalu itu membuat intensi untuk membunuh ia semakin besar, maka penyucian diri dapat menjadi pilihan yang lebih tepat. Aku tidak mau ada pembunuhan terjadi beserta konsekuensi pembunuhan itu sendiri. Meskipun pembunuhan terjadi secara literal terjadi dua kali dengan aku sebagai korban nya. Satu kali oleh seseorang yang saya sebut si mas, ia adalah atas tingkat dari jurusan PGSD Penjas. Setelah peristiwa itu saya jatuh koma dan mengalami krisis yang semakin parah, pada beberapa hari berikutnya ia berteriak-teriak bahwa ia malu kepada setiap orang termasuk memutuskan hubungan denganku, dan perlakuan cold shoulder yang efektif mengintimidasi ku yang waktu itu seringkali kambuh skizofrenia nya. Dua kali oleh dirinya sendiri …

Watch List: Febrianto Sigit

https://youtu.be/KYNIHRI9yykJika aku sudah menonton maka kamu akan melihat komentar ku di situ.

Watch List: Febrianto Sigit

https://youtu.be/KYNIHRI9yykJika aku sudah menonton maka kamu akan melihat komentar ku di situ.