Langsung ke konten utama

Hidup dalam Egoisme,bener gak sih??

Egoisme itu menutup. Menutup diri dari berbagai pintu. Terutama pintu hati dan pintu masukmu agar orang lain bisa masuk. Walaupun melihat keluar, tak seorang pun dapat mengikutinya. Jika ego memilihmu, kuharap dalam dirimu segera mengetahuinya...
Aaaarrrgh!! (sumber : pribadi)
 Jika disadari, egoisme ada di diri masing-masing orang. Bukan untuk menyindir, tetapi memang kenyataannya adalah ketika kita menginginkan sesuatu pasti dimulai dari diri sendiri. Setelah itu, barulah selain itu semua.

Bisa dibilang, sejujur-jujurnya. Aku adalah orang yang cukup egois. Ya, saya tidak melepaskan argumen orang lain begitu saja. Tetapi, saya tidak biasa untuk menetapkan lebih tegas lagi setelah saya menemukan kelemahan di argumen saya sendiri (loh kok ?)

Nah, pada intinya hari ini. Saya sedang kesal se kesal-kesal nya. Jika memang kedua orang tuaku yang sama-sama memiliki sifat yang keras kepala, begitu pun aku. Aku memiliki keluarga yang baik-baik saja syukur nya. Tetapi aku sering menghadapi kesulitan ketika aku berhadapan dengan lingkungan yang menghadang ku di luar sana.

Masalahnya, ketika aku bertemu dengan suatu keadaan. Banyak orang yang men-judge karena keegoisan diriku ini entah kenapa. Memang sejujurnya aku egois, tetapi lebih egois mana orang lain dengan diriku yang satu ini. Walau dibandingkan, karena aku sering mengalah. Malahan, aku saja yang terus kalah, dan biasanya tersingkir dari meja. Dan akhirnya, aku biasanya terpisah oleh lingkungan itu sendiri.

Jikalau memang orang di lingkungan ku adalah orang yang berperang dengan ego-nya masing-masing. Bermain dengan perasaan untuk mendapatkan kemenangan sesaat dan saat terjatuh terus mencari kemenangan yang benar-benar hampa di tangan mereka.Sungguh kejadian yang sulit menurutku.

Karena kekesalanku yang sering keluar karena statement tersebut. Saya sering berpikir, "kenapa sih kamu, gak bisa aku delete di depan ku sekali aja." Nah, kadang sifatku yang antipati membuat penahan mental yang membuat orang lain lebih sulit untuk mengerti bahkan menyadari diriku, tidak ada sama sekali.

Menurutku, mungkin ini karena perbedaanku dengan lingkunganku sendiri. Aku memang beda. Untuk dijelaskan secara fisik, tubuhku sama dengan yang lain. Tetapi, ada suatu hal yang dalam diri ini bersemayamlah hal yang banyak orang sering remehkan walau itu adalah hal yang serius. Saya akan simpan rahasia itu untuk kamu sekarang, tapi inilah aku.

Karena suatu alasan, sejak kecil saya dipaksa untuk bergabung dengan lingkungan. Karena saya sangat tidak menyukai keadaan waktu itu. Saya bahkan sering di-bully tetangga, sekelas, orang dan hampir seisi lingkungan hampir seperti itu dan berujung pada paranoid ku dalam menghadapi suatu lingkungan.

Setelah beberapa tahun pemulihan dan pendidikan mental yang telah dilakukan. Ya, saya sedikit dapat menerima lingkungan dengan baik dan meresponnya. Peningkatan yang cukup baik menurutku. Kesulitanku dalam verbal masih tetap ada, tetapi tidak akan menghambatku selanjutnya.

Egoisme?
Orang yang men-judge aku belum tentu mengetahui diriku lebih baik daripada diriku sendiri. Aku, hanya diriku yang tahu.  Jadi tips dariku, jangan dengarkan berita tentangku sebelum melihatnya langsung dengan mata kepalamu sendiri. Mengerti???
Mengerti?? ( sumber : pribadi)
Telah kusebutkan sebelumnya, karena keterbatasan ku membuatku menjadi lebih senang diam dan menutup mulutku. Dengan artian, saya orang yang nyaris bisu dalam lingkungan luarnya. Menunjukan bahwa saya orang yang sepenuhnya introvert.

Mungkin karena sifatku yang seperti itu. Banyak orang yang mendakwa buruk terhadap saya. Dengan kata lain, sedikit orang yang mengerti tentang saya. Walau dibilang egois, saya tidak terlalu egois. Walau dibilang saya tidak punya teman, saya punya teman. Karena saya kurang mempercayai orang-orang yang terlibat dalam lingkungan luar. Saya ingin merasa diam saja, walau saya sebenarnya memiliki ambisi untuk waktu yang akan mendatang. Jadi, yang kurasakan mungkin akan berdampak beberapa lama kemudian :D
Bagaimana pun orang bilang tentang saya. Saya tidak yakin itu adalah sebenarnya saya. Egoisme kah? atau keterbatasan??

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…