Langsung ke konten utama

Oh Kucingku, Rasanya Aku Ingin Memelukmu

Oh kucingku ! DENGARKAN CURHATKU!!
 Oh, menggemaskannya. Sepulang sekolah biasanya aku lagsung memeluknya dengan gemasnya. Kucing yang tiba-tiba datang dan ada di rumah ini menjadi sahabat baik setiap orang rumahku :D

Kucing ini diberi nama Lusi oleh pamanku, tetapi aku biasa memanggilnya Luis (karena berbagai alasan, hingga saat ini aku memanggilnya demikian). Walau kucing ini sangat suka makan, tetapi ketika bertemu dengan kucing lain, Luis pasti diam atau kadang makannya menjadi lebih sedikit.

Pertama kali saat keluargaku menemukannya di pekarangan rumah. Kotor dan kulitnya hitam semua. Kurus kering (kalo dibayangkan tubuhnya itu mirip dengan temanku, Rianti) dan kurang makan pada saat awal keluargaku mengurusnya.
Meng, MEONG
Saat aku pulang. Biasanya ia datang dan duduk dalam pangkuanku. Dia menggeram lalu aku elus-elus kepala dan lehernya. Karena aku teringatkan oleh ulahnya saat pertama kali masuk rumahku.  Dan ramenya, aku selalu menceritakan kejadian-kejadian rame yang terjadi di kehidupanku kepadanya.

Aku suka dia!!
Hanya sedikit yang kuceritakan kepadanya. Jika sepatah kata tak cukup, cukuplah dengan wajahmu lihatkan padaku. Sang kucing pasti mengerti dari wajahmu. Mereka membacamu dan mengerti mu jika kau berusaha untuk mengerti.

Komentar

  1. kalo aku suka geli sama bulunya mas, suka bersin - bersin hehehehehe
    Niche blog :)

    BalasHapus
  2. Nah, itu :D
    Awalnya aku juga suka geli liat kucing, hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…