Langsung ke konten utama

Kebenaran Mutlak

Ini adalah bagian terakhir dari artikel mengenai kebenaran yang telah saya tulis. Bagian lain yang menjadi pertanyaan anda untuk tulisan ini dapat anda beritahu melalui komentar di bawah maupun secara pribadi melalui e-mail rhakorbie@gmail.com .

Kebenaran, telah saya sebutkan di setiap artikel yang telah saya tulis sebagai
kesesuaian antara objek dan pengetahuan
Suatu pernyataan adalah benar jika terdapat kesesuaian antara objek dan pengetahuan. Jika tidak terdapat kesesuaian maka itu adalah sebuah kebohongan, tidak benar dan tidak nyata. Sesuatu kebenaran adalah benar sesuai dengan timbal balik yang ditunjukan antara objek dan pengetahuan yang didapat. Baik secara objektif (merah), subjektif (biru), maupun berupa peraturan yang tak dapat dibantah (emas).

Selain dari itu semua. Semua pernyataan dapat  menjadi sebuah kebenaran jika ada kekuatan lain yang mendampinginya, layaknya testimoni atas sebuah kebenaran yang terjadi. Dan terus ada jika belum ada yang membantahnya menjadi sebuah kebohongan. Jelas terlihat bahwa yang tampak disini adalah kepercayaan yang mendampingi suatu pernyataan adalah kekuatan dari pernyataan itu sendiri sebagai sebuah kebenaran.

Meski banyak manusia dapat mengetahui dan menentukan kebenaran dan kebohongan. Siapakah yang menciptakan kebenaran itu sendiri? Hanya zat yang memiliki kekuatan Maha Besar lah yang mampu menciptakannya. Berbagai bentuk dan posisi yang telah ditentukan sebagai suatu hal yang tidak dapat di bantah, karena semuanya telah ditentukan. Dan tidak ada makhluk seperti itu di bumi yang manusia tinggali sekarang ini.

Di dunia ini terdapat sebuah kekuatan memutar berulang-ulang yang tidak ada habisnya. Absolut dan terus ada dalam pengulangan yang tidak akan pernah habis. Menimbulkan sebuah keberadaan yang disebut dengan dimensi pararel yang akhirnya menghubungkan suatu kejadian dengan kejadian yang lainnya sebagai suatu yang berulang kembali dan akhirnya hal tersebut disebut sebagai sejarah. Dan ini merupakan bagian kecil dari kebenaran yang terdapat di dunia ini.

Teori-teori lain yang telah muncul adalah sebuah kebenaran juga dapat menjadi sebuah kebohongan. Berbagai ilmu dan filosofi yang telah berkembang ini, juga berbagai teknologi super canggih adalah sebuah bentuk dari formalisasi kebenaran. Banyak orang berlomba-lomba untuk mematenkan hasil karya pemikirannya maupun penemuannya sebagai  bentuk bahwa tokoh tersebutlah yang pertama kali memikirkan kebenaran tersebut. Walau kebenaran mengenai kebenaran yang telah banyak tokoh dapatkan tidak dapat menjelaskan asal energi yang mereka manfaatkan tersebut. Tidak ada yang mengetahui kebenaran yang benar-benar terjadi dari pemikiran manusia itu sendiri.

Sesuai dengan pengetahuan yang telah didapatkan dari berbagai filosofi dan agama. Disebutkan bahwa pemilik kekuatan yang Maha Besar tersebut adalah sebuah zat yang disebut sebagai Tuhan. Berbagai sumber menyatakan kebenaran mutlak yang hadir dalam setiap kejadian yang dialami setiap manusia. Sesuatu hal yang dapat dikatakan sebagai kebenaran dan kebohongan adalah mutlak, yang dapat menentukannya hanyalah Tuhan itu sendiri. Sebagai bentuk kepercayaan inilah, manusia dapat menyadari dan berbuat baik sesuai kepercayaan yang mereka yakini. Yakni kebenaran itu sendiri.

Kebenaran mutlak disini saya simpulkan menjadi sebuah ketetapan yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta. Tidak ada satu manusiapun yang dapat menentukan sebuah kebenaran sebagai kebenaran yang mutlak. Sekali lagi, hanya yang menciptakan dunia inilah yang mengetahui segalanya yang terjadi. Dan hal tersebut disebut sebagai kebenaran yang mutlak.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…