Langsung ke konten utama

Aku, Menari lagi.. Berkompetisi

    
sumber : http://insansains.files.wordpress.com/2012/05/should-i-give-up.png

Entahlah, aku tak ingat kapan terakhir kali aku berkompetisi untuk menari. Yang kurasa, kekalahan terlalu menyakitkan untuk didengarkan.Aku berusaha, tapi ku selalu gagal.
 Aku suka menari. Berjuta gerakan tercipta dari ekspresi setiap manusia yang timbul dalam kehidupan mereka. Aku hanya satu dari jutaan orang yang suka menari. Menari untuk hidup. Hidup untuk menari. Apakah tujuan hidupku sebenarnya?

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan surat undangan dari salah satu temanku yang menjadi anggota OSIS. Meski aku pernah memiliki tim penari di sekolah. Itu beberapa bulan lalu, setelah 'sengketa' kekuasaan yang terjadi antara aku dan anggotaku. Jadi aku memilih untuk mundur saja dari tim ini. Ya, mereka adalah mereka dan mengapa aku yang diberi surat undangannya?

Aku tak tahu seberkas surat ini berada di tanganku dan aku tetap melotot melihat kepada surat itu. Apa mungkin ada yang terjadi pada ex-timku yang sudah heboh-hebohnya membuat postingan di facebook mereka mengenai mereka yang akan mengikuti lomba tari walau mereka tak pernah mengikutinya? Halah-halah, ini sungguh merepotkan.

Pada saat ada celah antar jam pelajaran aku menanyakan pada beberapa anggota yang mengikuti ex-timku. Kesimpulannya, sekarang anak-anak tersebut tidak latihan lagi. Dan apa yang  terjadi? Ketua yang sekarang hanya terpaku pada pelatih dan pelatih. Ketika pelatih tiba-tiba ada keperluan. Pelatih mereka lebih memilih keperluan untuk melatih tim lain yang jauh membayar lebih mahal daripada budget yang telah mereka kumpulkan. Ironis, ya. Sekarang mereka tidak punya kesempatan untuk berkompetisi maupun untuk berlatih bersama.

Ada beberapa hal yang aku benci mengenai berkompetisi. Satu hal, kekalahan. Apapun yang terjadi dalam suatu kompetisi benar-benar ingin membuat aku segera pergi dari tempat itu segera.Atau ini mungkin bukan hakku untuk memenangkan sebuah kompetisi. Atau aku akan ditakdirkan selalu salah. Jangan-jangan aku hanya kurang beruntung kali :P

Dalam kompetisi menari biasanya yang dipertandingkan paling utama adalah "kostum". Agak lucu juga mengapa di kota tempat aku tinggal biasanya fashion dulu lah yang diperlihatkan pertama dibandingkan skill yang ditunjukan. Hal yang satu ini adalah wallet killer bagi si miskin. Ahahaha, suatu kostum menunjukan suatu kisah yang diceritakan dalam tarian bahkan menjadi pusat perhatian bagi orang-orang awam yang menontonnya.

Skill dan komposisi. Hal yang harus sudah matang dari awal. Ini biasanya dikesampingkan tapi kekuatan yang dapat ditunjukan seseorang terbukti dari ini. Dalam menari, bagaimana sebuah formasi dapat berubah dengan rapi dan lembut. Saya pikir, sebuah hal yang fatal jika sebuah penampilan tari menampilkan kostum yang mencolok dan wah tetapi banyak gerakan dan formasi yang digerakkan tetap itu-itu saja dan bersifat monoton. Itu pun juga membunuh performance tim tersebut.

Yang epic ini adalah musik. Tanpa musik (atau menurutku seseorang tetap dapat menari tanpa musik, karena lingkungan sekitarnya dapat menjadi sebuah musik bagi orang tersebut) sebuah tarian tidak akan hidup. Untuk apa orang itu menari, perasaan yang dialami orang tersebut. Bisa diketahui dari gestur gerakan yang dibentuk. Apakah menyenangkan, menyedihkan, menegangkan musiklah yang menentukannya. Juga untuk beberapa excitement agar sebuah tarian menjadi epic adalah dengan adanya sound effect yang disisipkan dalam musik tersebut.

Begitulah, ya begitulah. Aku tahu cara untuk menari dan tuntunan awal untuk memenangkan sebuah kompetisi. Tapi apa yang akan kamu pikirkan jika kamu terus kalah dalam kompetisi tersebut? Aku menjadi lebih malas malahan. Dan ini tidak ada gunanya. Terima kasih kepada guruku.

Akhirnya aku menyadari apa yang harus ku lakukan untuk memenangkan sebuah kompetisi. Fokus dan fokus. Ini penting! Setelah melihat kompetisi-kompetisi sebelumnya aku memang tidak terlalu fokus terhadap inti utama dari tujuanku itu. Untuk kali ini, saya akan coba sekali lagi.

Aku akan menari lagi dengan baik. Aku akan berkompetisi dan Aku akan menang. Akan ku ambil kesempatan ini.

Aku akan menang!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…