Langsung ke konten utama

Hari-hari Tanpa Sekolah

Sudah lama sekali sejak aku menulis di blogku ini. Ya, itu sekitar beberapa bulan yang lalu aku menulis pos terakhirku mengenai ketakutan diriku akan mengikuti suatu kompetisi dan sekarang, well right. Banyak kisah yang terlewatkan beberapa lama setelah aku sedikit melupakan blog ini. Dan sekarang aku akan menulis beberapa pengalaman yang telah aku alami.

Sekarang aku sudah kelas III di suatu SMK yang aku ikuti. Kenaikan kelas waktu itu berjalan sangat tidak mulus menurutku. Dan sekarang saya sedikit dipaksa untuk mengikuti sebuah program yang disebut dengan Prakerin.

PRAKERIN yaitu akronim dari Praktek Kerja Industri.Atau dengan kata lain disebut jug PKL, PSG dan lain sebagainya. itu pun aku tak tahu lagi bagaimana untuk menyebutnya. Kegiatan ini umumnya rutin diselenggarakan oleh SMK atau Vocational School-lah gaulnya. Nah, dalam kegiatan ini setiap siswa akan berkerja pada instansi yang di tunjuk maupun dipilih oleh siswa tersendiri untuk mendapatkan pengalaman kerja dan peningkatan kemampuan yang mereka tekuni.

Pada kejadian aku ini. Saya memilih untuk Praktek di PERUM DAMRI. Perusahaan tempat ayahku bekerja. Walau saya tahu sendiri, pekerjaan yang aku dapat setelah bekerja di perusahaan ini akan kurang sesuai dengan bidang keahlian yang aku tekuni, tapi tak apalah. Selama aku menikmatinya tidak akan ada masalah.

Program ini dimulai pada tanggal 1 Juli 2013. Singkat cerita, saya akan menjalani 3 bulan tanpa sekolah. Saya tinggal di rumah lama keluarga saya yang sekarang telah menjadi kamar kontrakan. Jadi saya mengisi salah satu ruangan kosong yang ada di kontrakan tersebut. Ya, di kontrakan ini tidak ada peralatan masak. Saya harus menumpang masak di rumah tetangga saya yang kebetulan memiliki hubungan kekerabatan dengan saya. Selain itu, biasanya saya membantu ayah saya yang tinggal di sebelah rumah kontrakan yang saya tinggali.Selanjutnya saya akan menjalani hari-hari saya tanpa ocehan ibu, rewelan adik, dan beberapa sepupu riweuh lainnya.

Hehehe, selama aku bekerja disini identitas yang dominan sejak saat itu adalah sifat pemalu saya yang entah sejak kapan aku menjadi orang yang seperti itu. Aku sedikit kesulitan dalam beradaptasi kali ini hingga tak ku sangka aku bertemu lagi denga Pak Abdul, kenalan lama ayah. Yang ternyata kini bekerja sebagai staf setelah sebelumnya menjadi kondektur.

Banyak kegiatan, pula kisah yang ku jalani selama ini. Mungkin lain kali bisa aku ceritakan. Mengenai hal lainnya, oke aku banyak pikiran kali ini...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…