Langsung ke konten utama

Ketika Tidak Ada yang Dipikirkan

Ketika tidak ada yang dipikirkan, ada baiknya untuk mendapatkan ide dari orang lain.
Sepertinya ada hal yang menggangguku saat ini. Hal tersebut umumnya banyak orang pernah mengalaminya. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan berbagai alasan kenapa saya ingin sekali menanyakan pada dirimu apa yang kamu pikirkan. Dan berikut beberapa alasan mengenai apa yang saya pikirkan.

Satu...

Saya sedang mencari inspirasi sebanyak mungkin. Dengan ini saya membuat berbagai delay dalam kehidupanku untuk memuat berbagai observasi yang telah direkam melalui panca indera. Ini bisa sangat merugikan untukku karena aku melemahkan konsentrasi otakku dalam hal di luar tanggung jawabku dan menguatkan beberapa dengan mengaitkan kejadian dalam otak untuk kemampuan hidup yang lebih baik. Saya meninggalkan beberapa pelajaran sekolah dan menguatkan konsentrasi dalam kegiatan/karir saya yang lain.

Dua?

Setelah membaca referensi yang lebih dalam mengenai apa yang harus saya lakukan selanjutnya. Saya melakukan berbagai modifikasi kepribadian saya untuk saat ini. Apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak untuk memperbaiki kinerja hidup yang saya hadapi saat ini.
Yang telah saya lakukan selama ini adalah membuat berbagai nada intonasi suara, ekspresi dan berbagai hal lain mengenai kepribadian saya. Saya akan tetap tampil sebagai Rhaka yang seseorang kenal. Tetapi di saat yang bersamaan saya menunjukan naturalisasi sifat saya yang sebenarnya. Dengan kata lain, menjembatani batasan antara diri saya yang di dalam, diri saya yang berinteraksi dan orang lain yang berinteraksi dengan saya yang berinteraksi. Dan tentu ini masih bertahap dan saya akan menyederhanakan diri saya yang awalnya berada 9 orang menjadi 2 orang dengan melemahkan dominasi yang muncul di antara kepribadian yang ada.

Tiga,

Mendengarkan adalah hal yang baik. Inilah saat yang tepat untuk mendengarkan orang lain dan membuatnya lebih hidup. Saya adalah diri saya yang sekarang dan saat ini pula saya seseorang berubah untuk menjadi diri saya yang sebenarnya. Berbagai Title tentang diri saya yang dibuat oleh orang lain akan perlahan hilang.
Dengan ini saya nyatakan bahwa saya akan menjadi lebih bijaksana dalam hidup dan mempelajari taktis lebih dalam untuk memanfaatkan situasi sebaik-baiknya. Dan jalan yang saya tempuh ini tidak lain adalah suatu ucapan pasti, tidak ada kebohongan sama sekali. Untuk mendapatkan teman yang lebih baik...

Sekian

Sejarah akan terulang
 Apa yang sebenarnya anda pikirkan? Bolehkah saya mengetahui sedikit saja dari apa yang anda pikirkan. Mari kita diskusikan apa yang anda pikirkan.

Saya sedang mencari berbagai inspirasi, jadi apa yang anda pikirkan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…