Langsung ke konten utama

Sebuah Pesan dari Bimbingan Konseling

Sumber : Pribadi
Hari ini ada bimbingan khusus simulasi seleksi kerja di kelasku. Tes ini dilaksanakan sesuai dengan jam pelajaran bimbingan BK pada hari ini. Yaitu pukul 10.00 WIB di sekolahku.

Tes hari ini, karena sekedar simulasi. Kelas saya diberi kesempatan untuk mencoba tes Kraeppelin dan tes Gambar. Tes berlangsung singkat dan setelah itu test ini berakhir dengan jam istirahat.

Apa yang kudapat hari ini? Hal tersebut tak lama setelah tes ini selesai. Jam istirahatku aku gunakan untuk makan siang dan setelah itu saya mengunjungi BK untuk meminta bimbingan mengenai tes simulasi yang baru saja di selesaikan.

Bu Fahmi, konselor sekolah yang menangani kelasku masih duduk di mejanya. Hasil tes masih berserakan di mejanya. Aku menyapa Bu Fahmi dan meminta bimbingan mengenai tes itu. Beliau mempersilakan saya dan meminta saya untuk membereskan tumpukan hasil simulasi tes kelasku yang sedikit berantakan. Saya memisahkan hasil tes saya dari hasil yang lain dan menyerahkan lembar-lembar tersebut kepadanya.

Apa hasilnya?
Dari berbagai tes yang telah saya lalui. Bu Fahmi menyarankan saya untuk lebih fokus dalam menjalani suatu pekerjaan dan berorientasi kerja pada proses, bukan hasilnya. Saya harus lebih bertekad lagi dalam mengerjakan berbagai hal yang diperlukan. Dan mungkin tipe kepribadian saya sudah cukup berkembang hingga sekarang. Ini menjadi suatu jalan keluar bagi saya sendiri.

Sebenarnya yang terjadi. Saya tidak perlu cemas mengenai kemampuan dan keterampilan saya. Fokus dan konsentrasi saya harus ditingkatkan dan saya sadari itu. Saya harus belajar untuk lebih baik lagi. Dan tidak lupa untuk selalu bersosialisasi dengan banyak orang.

Pesan yang kudapat seperti itu. Apa yang harus saya lakukan?

Selanjutnya obrolan kami semakin dalam mengenai apa yang menjadi kebutuhan saya selanjutnya. Pada tahap ini saya diuji untuk bisa mandiri dan mengatur pekerjaan lebih matang lagi. Bukan untuk ditunda lagi, semuanya harus tuntas dan terfokus pada satu tujuan.

Sebelumnya saya kurang fokus terhadap apa yang bukan termasuk lingkup minat saya. Dan sangat fokus terhadap apa-apa yang terdapat dalam lingkup minat saya. Sepertinya itulah yang saya pelajari selama ini. Kemampuan saya kurang dan saya harus belajar lagi dan fokus terhadap suatu hal atau tujuan yang saya akan capai nantinya.

Akhir cerita, saya harus menjadi manusia yang lebih baik. Lebih baik dari kemarin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…