Langsung ke konten utama

Antara Pendidikan Seni Tari, Bimbingan Konseling dan Ilmu Filsafat

Semangat Pagi! (Walau hari siang)
Hari ini adalah hari yang cukup melelahkan! Kau tahu apa yang telah aku lakukan hari ini?
Setengah hari ini aku membantu para siswa jurusan di sekolahku untuk mencetak tugasnya. Mengatur UBM sekolah yang tidak ada penjaganya. Dan tidak lain membantu kawan-kawan seangkatan yang akan melanjutkan kuliah.

Kuliah?

Aku baru menyelesaikan beberapa berkas yang harus diisi secara online melalui website. Aku tidak dapat melanjutkan kuliah jika aku tidak mendapatkan beasiswa Bidik Misi. Dan aku masih memiliki harapan untuk diterima di ketiga jurusan yang jadi prioritasku dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Ketiga jurusan itu adalah Pendidikan Seni Tari, Bimbingan dan Konseling dan Ilmu Filsafat. Pilihan yang aku pilih memang melenceng dari bidang keahlian yang aku ikuti, yakni Multimedia. Tetapi saat ini aku tidak punya ketertarikan untuk melanjutkan kuliah ke jurusan yang sepadan dengan yang aku pilih. Aku memilih untuk tidak melanjutkan lagi ke jurusan Teknik karena telah aku sadari bahwa aku bukanlah tipikal orang di bidang teknik yang kompeten -_-. \

Kenapa aku pilih ketiga jurusan itu? Baiklah akan aku jelaskan...

Pendidikan Seni Tari

Beberapa orang pasti menertawakan apa yang telah menjadi prioritas pilihanku ini. Menari adalah salah satu aktifitas yang aku cintai sejak lama. Aku tidak dapat lepas dari kegiatan menari. Kadang lebaynya saya menari setiap saat di waktu luang. Aku ingin mempelajari banyak koreografi dan mengajarkannya kepada banyak orang. Aku ingin memajukan perkembangan Seni Tari di Indonesia. Universitas yang aku pilih yaitu UPI.

Bimbingan dan Konseling

Selalu aku pikir, lebih mudah mengurus orang lain dibandingkan diri sendiri. Lebih mudah mengerti orang lain dibanding diri sendiri. Tetapi inilah kenyataan yang aku hadapi sejak lama. Pada pilihan ini awalnya aku akan memilih Psikologi, entah pilihan tersebut tidak tersedia karena aku berasal dari SMK. Melihat berbagai pilihan yang tersedia, aku pilih alternatif lain yaitu Bimbingan dan Konseling. Asalkan itu masihlah berkaitan dengan psikologi. Universitas yang aku pilih untuk jurusan ini yaitu UPI.

Ilmu Filsafat

Filsafat? Jurusan yang sedikit orang suka menurutku. Aku sangat membutuhkan ilmu filosofi untuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Mengetahui apa yang terjadi dalam pikiran manusia. Apa itu ilmu? Dan kenapa dan kenapa semua hal yang terjadi menuntut diriku untuk berpikir kritis. Aku menyukai berbagai bacaan filosofis yang membuat teman-teman aku muntah membacanya. Menyerap hal informasi yang mungkin jarang terpikirkan orang. Dan cara menikmati hidup dan mempertahankan diri menjadi apa yang kini menjadi prioritas yang ingin aku capai. Meski aku tak terlalu berharap bisa diterima di Jurusan ini. Universitas yang aku pilih untuk Jurusan ini adalah UGM.

Kesimpulan?
 Wish me luck ya, kawan-kawan. :P Awalnya aku mengikuti tes SNMPTN karena paksaan dari seorang guru. Tetapi ada benarnya juga untuk mencapai suatu hal meski hal tersebut memiliki persentasi yang sangat kecil untuk dicapai. Aku akan ambil pilihan tersebut. Semoga pilihan ini menjadi titik baik untuk masa depanku kelak. Aku siap jika diterima maupun tidak. Aku akan selalu berjuang untuk mencapai tujuan hidupku saat ini.

Komentar

  1. kalo ada yang bahas soal UN sama kuliah, saya suka ngerasanya antara kangen sama sedikit patah hati :D
    Saya nunda kuliah satu tahun, baru lulus sempet langsung dapet kerja tapi cuma bertahan 3 bulan doang dan pada akhirnya saya memilih yang pasti2 aja nggak nyoba PTN manapun langsung lari ke swasta. Sebenernya sempet pengen nyoba PTN di jogjakarta tapi sama orang tua nggak dikasih izin *malah tjurhat* :D

    Kalo menurut saya, PTN maupun PTS nggak ngaruh, asal belajar bener-bener dan enjoy sama apa yang dijalanin mah nggak masalah.
    Good luck!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sarannya :D
      Gapapa curhat juga sih, itu kan pengalaman berharga. Enjoy dengan kegiatannya ya kakak :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…