berulang dan berulang dan berulang dan berulang dan berulang

Apa kabarnya? Kabarmu baik-baik saja?
Pernah terpikirkan dari diriku sendiri. Apa yang didapat dari gambar visualisasi imajinasi yang dilalui. Aku pikir aku terjebak dengan sebuah sesuatu yang berulang-ulang dan tidak relevansi dengan apa yang sebenarnya terjadi, bahkan bisa dibilang sebagai buah pemikiran irasional yang datang dan singgah untuk beberapa lamanya.

Bayangkan anda berada dalam sebuah fasilitas. Di fasilitas tersebut terdapat sebuah platform yang digunakan untuk melihat dan mengontrol suatu kejadian yang ada di dunia di balik platform tersebut. Di balik platform tersebut ada diri anda yang berperan di dalamnya. Tetapi anda tidak mungkin untuk mengontrol apa yang dipikirkan dan dilakukan oleh anda yang berada di dalam platform tersebut.

Lebih uniknya lagi. Di dalam platform tersebut anda melihat diri anda yang lain sedang menuju sebuah fasilitas yang sama dan menggunakan platform yang sama dan melihat diri anda yang lainnya lagi di dalam platform tersebut.

Hingga anda simpulkan bahwa platform yang anda lihat menunjukkan sebuah refleksi tak hingga dari diri anda karena anda yang berada di dalam platform melakukan hal yang sama begitu selanjutnya apa yang anda lakukan di balik platform tersebut hingga terdapat jumlah tak hingga dari diri anda sendiri.

Jika dikaitkan dengan pengetahuan yang aku miliki, apa itu buah filosofi ataupun teologi yang relevan. Kehidupan yang dialami menunjukkan sebuah peluang yang telah ditentukan. Terdapat dua variabel dasar yang Sang Pencipta berikan yaitu variabel statis dan variabel dinamis. Adanya sebuah ketentuan yang tidak dapat dihindari oleh setiap manusia, meski terdapat beberapa ketentuan dan kenyataan yang dapat diubah melalui usaha, pergerakan, pemikiran.

Lebih luas lagi, apa yang sebenarnya terjadi dalam dunia ini. Jika peluang itu ada, mengapa dunia yang telah terjadi dan dialami sekarang adalah sebuah kenyataan yang menurut ku adalah sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan. Aku hanya bermain di dalamnya. Mengikuti alur ketentuan yang sepertinya telah diatur "beberapa orang". Tak sedikit apa yang terjadi. Dunia berada dalam kejadian berulang tanpa henti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle