Catatan Kutip Mengutip Tanggal 1 Maret 2014

Saya sedang mencari berbagai referensi untuk memulai karya tulisanku sendiri. Tapi entah karena aku kekurangan bahan, aku merasa belum PD untuk memulai proyek menulis yang sejak lama aku dambakan. Mulai hari ini saya akan membuat berbagai postingan "Catatan Kutip Mengutip" yang akan saya terus saya publikasikan di blog ini.

I wonder apa yang akan aku tulis...

Determinisme

Determinism is the philosophical position that for every event, including human action, exist conditions that could cause no other event. "There are many determinisms, depending upon what pre-conditions are considered to be determinative of an event." Deterministic theories throughout the history of philosophy have sprung from diverse and sometimes overlapping motives and considerations. Some forms of determinism can be empirically tested with ideas from physics and its philosophy. Opposing determinism is some kind of indeterminism (otherwise called nondeterminism). Determinism is often contrasted with free will. (from en.wikipedia.org)

Determinisme berasal dari bahasa Latin determinare yang artinya menentukan atau menetapkan batas atau membatasi. Secara umum, pemikiran ini berpendapat bahwa keadaan hidup dan perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografisbiologispsikologissosiologisekonomis dan keagamaan yang ada. Determinisme juga berpegangan bahwa perilaku etis manusia ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai etis masyarakat. Istilah ini dimasukkan menjadi istilah filsafat oleh William Hamilton yang menerapkannya pada Thomas Hobbes. Penganut awal pemikiran determinisme ini adalah demokritos yang percaya bahwa sebab-akibat menjadi penjelasan bagi semua kejadian. (dari id.wikipedia.org)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle