Doa dan Harap dari Sahabat

Mulai dari pukul 8 malam hingga 10 aku masih dalam sebuah percakapan lewat telepon. Saya menelpon seorang sahabat untuk membunuh rasa penatku kemarin. Ya, aku tahu. Kecemburuan, amarah kedengkian dari masa lalu kadang selalu datang pada waktu sekarang untuk menghantui dan menghancurkan diriku meski masalahnya telah berakhir sejak sekian lamanya.

Percakapan

Percakapan selama 2 jam itu diawali dengan sebuah salam.
Halo? Apa kabar?
Kita memang sudah sering saling kontak. Tetapi entah pada percakapan ini semuanya terbawa kepada sisi terang. Sebuah pertanyaan-pertanyaan jadi kejanggalan yang terjadi di masa lalu bagi dia aku jawab. Apa yang menyebabkan aku menjadi seperti ini.

Akan jadi apa diriku, aku jelaskan. Dan dirinya yang menurutnya kini memiliki sedikit harapan bercerita banyak hal tentang hidup. Dan salah satunya mengenai kehidupan masa lalunya dia.

Aku sadar, kadang ketika hidup ini terasa begitu sulit. Saya harus melihat ke bawah dan menyadari bahwa banyak orang yang lebih tidak beruntung dibandingkan aku. Keunikan diriku dengan orang lain bukanlah suatu perihal yang patut dipermasalahkan. Berdirilah dan melangkahlah untuk masa depan jika kau yakin tujuanmu akan tercapai.

Entah, setelah begitu lama aku mengenal beberapa orang. Dia menyatakan bahwa dirikulah satu-satunya sahabat dirinya. Aku yakin aku telah berusaha mengerti dengan apa yang dirinya katakan. Berusaha mendengarkan dengan baik meski pendengaranku sedikit terganggu karena kejadian di masa lalu. Apa hal itu, aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk orang yang berarti dalam hidupku.

 Selanjutnya kita bercanda cukup lama untuk melepas penat. Seorang sahabat tentunya aku tidak mengetahui cara yang pasti untuk membuat sebuah percakapan menjadi begitu menarik. Walau aku mengetahui sisi buruknya dia, tapi inilah cara terbaik sebagai "orang yang mendengarkan". Aku ingin mendengarkan, meski awalnya terasa sulit. Dan apa yang kita bicarakan membuatku merasa lebih baik.

Di akhir percakapan, aku simpulkan. kita saling mendoakan untuk kebaikan masing-masing. Meski diriku tidak dapat mendapatkan solusi yang terbaik untuk masalah orang lain yang diceritakan pada diriku ini. Solusi terbaik pasti akan ditemukan oleh orang tersebut, terutama sahabat ku. Dan aku akan membangun diriku jadi lebih baik :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle