Remember?

Source : http://www.wallpaperfunda.com/wp-content/uploads/2014/03/happy-birthday.jpg
Mielancholics mengatakan...
Saat ibu mendapatkan ulang tahun ibu yang ke-25, kue ataupun ucapan selamat dari orang-orang sudah tak lagi penting.
Bukan bermaksud menuduh orang tak tulus, hanya saja sedikit bertanya2... Jika saja tanggal lahir tak dicantumkan dalam FB, atau diri tak memaksa orang lain untuk ingat, apakah mereka akan benar-benar ingat??? :)
Pada akhirnya, yang paling ibu hargai adalah orang yang selalu mendo'akan yang terbaik untuk ibu tanpa diminta, tanpa harus diketahui, tanpa harus diingatkan. Setiap saat, bukan hanya di hari ulang tahun saja. Do'a seperti itu yang akan diamini malaikat :)
Ibu menyadari itu pada saat ulang tahun kemarin. Mudah-mudahan Rhaka bisa lebih awal menyadari bahwa ketulusan yang ada dalam hati untuk seseorang tak selalu harus dikatakan. Jika seseorang benar-benar tulus, Insya Allah kebaikannya akan sampai di hati orang yang ia sayangi :)
Jadi, sebaiknya ibu tak ucapkan apa-apa... ^.^
Beberapa kalimat yang masih aku ingat. Apa aku masih ingat?

Pesan ini aku dapatkan melalui komentar di salah satu entri blog ini 3 tahun silam. Beberapa paragraf yang cukup nendang pendirian aku waktu itu. Waktu itu aku begitu iri terhadap teman-temanku karena mereka selalu mendapatkan apa yang mereka mau hanya dengan uang yang mereka punya. Menjadi satu bagian dari mereka selalu membuatku putus asa apalagi sifat konsumtif anak-anak saat itu.

28 Maret yang lalu hal serupa terjadi lagi. Kali ini adalah ulang tahunku yang ke-18 tahun. Setelah 3 tahun setelah menganut prinsip yang sesuai dengan kata-kata yang disampaikan guruku itu. Aku berulah setiap tahun dan memainkan beberapa temanku dalam sebuah permainan :)

Tahun pertama tepatnya pada tanggal 28 Maret 2012 aku tidak mencantumkan tanggal lahirku di media sosial. nothing happen :)

Tahun kedua tepatnya pada tahun 2013 saya memalsukan tanggal lahir di media sosial. Cukup banyak yang mengucapkan. Pada akhirnya saya meminta maaf kepada kawan-kawan di media sosial karena telah memalsukan tanggal lahir saya.

Nah pada tahun ketiga tanggal 28 Maret 2014 saya mencoba untuk menilai bagaimana reaksi teman-teman saya ketika saya menampilkan tanggal lahirku di profil media sosial. Dan dari sini aku mengapresiasi apa yang teman-teman kiriman walau itu hanya sekedar ucapan :)

Saya ucapkan terima kasih atas apresiasi kawan di sosmed atas ucapannya
Postingan di fbku

Apa yang kudapat saat itu?

Aku berpikir untuk lebih memaknai hidup dan berjuang untuk mencapai tujuan yang aku inginkan. Beberapa akhir ini saya sering mengalami breakdown yang membuat keadaan mental saya memburuk. Syukurnya kini keadaan itu sudah tidak terjadi lagi. Aku berusaha untuk mengendalikan emosi diri menuju diri yang stabil, menikmati hidup dan mencapai tujuan-tujuan hidupku yang telah ditujukan sejak awal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle