Langsung ke konten utama

Kerangka

Dimula dari kerangka itu terbentuk. Dalam segita umpama itu, harus disusun menjadi sebuah kerangka. Tuk sampaikan visi. Tuk sampaikan tujuanmu. Tuk sampaikan ideologimu. Tak berpaku dalam luasnya cakrawala pengetahuan yang dalam ini.

Berapa batin yang menuntun seseorang adalah pertanda. Untuk hidup kamu telah diatur supaya mengikuti jalan yang dihalangi barikade hukum. Jika kamu tak bayar kau segera mati. Tak ada yang percaya dalam rupamu demikian. Memisahkan si bodoh dan si pintar.

Ku ingin pergi dan bentuk kerangka sendiri. Tuk jadi tubuh, tuk jadi raga, tuk jadi pikiran. Melepas sayembara berlapis belenggu. Pengaruhi semua orang yang terjejak dan terjejal pemikiran yang terbatasi. Dalam seumpamanya kesibukan bukanlah kesuksesan. Kesuksesan tak terukur dari harta lainkan bagian dari waktu yang diceritakan. Kisah itu, kerangka hidup seseorang yang telah terbentuk jauh sebelum kejadian manusia.

Tak ada cara lain tuk merubah keadaan. Tuk merubah, maka ubahlah. Ubahlah dari diri. Tak ada yang baik dan buruk. Yang baik itu adalah pendirian. Yang buruk itu adalah pendirian. Pendirian yang membatasi baik dan buruk. Jika itu merasa ubahlah niat dan tujuanmu. Maka ubahlah pendirianmu. Menuju dirimu yang kau inginkan. Menuju dirimu yang kau dambakan.

Kerangka, menunjukkan. Dari awal pembentukan sebuah mimpi. Aku punya, aku yakin. Aku hidupkan. Dan kubentuk jadi nyata. Raga dari kerangka terdamba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…