Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Gelap

GelapKetika mata tertutup
Di dalam muatan kantu
Mati raga terbungkus
Diam ruas merasuk

Biasa bunga mekar
Terasa angan sekar
Bias tanpa akar
Teras resah biar

Lapang kosong
Butir pasir
Alam ini
Tak cerita

29 Juli 2014
Rhaka Katresna 

Aku berpikir

Aku Berpikir
Aku berpikir
Satu mata uang

Aku berpikir
Dua sisi mata uang

Aku berpikir
Tiga sentuhan mata uang

Aku berpikir
pula mata yang melhat di mata uang

Aku berpikir
bangun megah terlukis di mata uang

Aku berpikir
belah dunia terpijak satu mata uang

Mata uang
Lemahkan pikir hambakan budak

Mata uang
Sembah mesiah tuju halilintar

Aku berpikir
Dunia satu padan menyatu, satu meraja negeri menghamba

28 Juli 2014
Rhaka Katresna 

Buka Bersama KOPMA BUMI SILIWANGI dengan Panti Asuhan AL FIEN

Pada hari Jumat, 20 Juli lalu saya mengikuti acara Buka Bersama KOPMA Bumi Siliwangi UPI dengan Panti Asuhan Al Fien.

Acara ini dimulai sekitar pukul 4 sore hingga malam di Kopma Bumi Siliwangi UPI. Awalnya saya datang pukul 2 sore. Sambil menunggu acara dimulai saya berkenalan dengan beberapa akang teteh pengurus dan panitia disana.

Aku berbincang bersama teh Cindy dan kawan disana. Awalnya kita membahas serba-serbi koperasi, tetapi malah berujung berbincang semua hal. Acara ini sungguh menyenangkan dan mengesankan. Apalagi akang teteh disana kekeluargaan nya erat dan juga gokil abis :D

Rame lah pokoknya. Terima kasih buat Teh Anggri juga yang sudah mengundang saya ke acara menyenangkan ini, kepada akang ketuplak acara, juga akang ketua KOPMA BS UPI.

Election, Illuminate the God

Election, Illuminate the GodA great rain is through the comedy box I jumped to the ease of the fort knox Shatter, great beater past an ox Hater laugh there where the demons cry
To the dance to the excessive to the none Slipped in water clapping thunder Pageants come in hell to the god The school out yell to the victory
And the flawless shown for the death No love guaranteed No life forgiven No heaven, no hell
I get in to stay alive People gets demons
- From the memories of the greatest tragedy July the twenty second, two thousand and forteen Rhaka Katresna

Menanti Seorang Penari

Menunggu Seorang Penarikarya Rhaka KatresnaPenari manis akan melangkahkan kakinya di kota kembang Selendang sutranya akan menuntunnya ke gelanggang Wajah manis kutahu dia menuntut ilmu Serinya merambah lagi Kembali ke masa-masa pertemuan
Dengannya aku tersenyum Kisah itu aku terdiam mendengarkannya Malah bibirku tak bisa berhenti menemukannya Lagi, diri ini bergairah
Menemukan dirinya Apa dia cinta? Apa dia harapan? Kasmaran melawan kasih Ku tunggu kau di panggung megah

Selamat Hari Sastra Nasional

Sekarang 3 Juli 2014 bertepatan dengan Hari Sastra Nasional

emm, ide?Dalam rangka memperingati Hari Sastra Nasional hari ini. Ada cerita mengenai diriku yang menggeluti bidang sastra (walau karya-karya aku dibuat dan hanya dibaca untuk diriku sendiri. Aku mengeksplorasi berbagai jenis kesusasteraan yang aku temui selama aku menemukan cintaku dalam sastra ini.

Awal KetertarikanKisah awal dari kecintaan ku terhadap sastra diawali dengan pelajaran Bahasa Indonesia mengenai puisi. Entah sejak kapan aku cukup lihai dalam permainan kata dalam menulis salah satu jenis sastra ini. Aku sangat menikmatinya :)

Dari sebuah karya oret-oretan di buku tulis. Buku tersebut penuh hingga mulai merambah ke media-media lain. Aku mulai kegilaan ku dalam menulis puisi via sosial media facebook dan twitter. Merambah lagi ke blog ini meski tidak terlalu sering updatenya (koneksi internet mahal wooy)

PerkembanganOke, setelah mengenal karya sastra puisi. Ketertarikan ku semakin berkembang lagi menuju berbagai jeni…