Menilik Sejuta Probabilitas di Atas Probabilitas

Dunia itu satu. Gak ada paralel. Mungkin kamu melihat secara fenomenologi, tapi secara realita itu gak ada. Gak ada sama sekali. -seorang mentor Sastra di salah satu UKM di Kampus. 21 November 2014
Kamu gila Rhak. -seorang kawan, 26 November 2014
Penemuanku benar-benar gila! Aku harus apalagi?
melihat langit-langit rumah. (dokumen pribadi)
Aku menjelaskan segala sesuatu ini. Meski penemuan ini tidak sepenuhnya aku percayai karena rasio-rasio tertentu. Ini adalah perlu untuk diketahui bahwa apa yang akan terjadi di masa yang akan datang adalah kebenaran yang tersembunyi. Terdiri dari kemungkinan tak terhingga yang tidak dapat dijelaskan sama sekali oleh nalar. Atau nalar kamu yang masih terbatas pada fakta empiris.

Saya menemukan bahwa yang terjadi hingga sekarang adalah kejadian yang telah ditentukan, yang bagaimana pun tidak dapat diubah oleh manusia itu sendiri. Tetapi bagaimana dengan masa depan, masa sekarang. Dan selanjutnya? Itu semua adalah sebuah puzzle.

Kamu tidak mengerti? Baik, akan saya lanjutkan...
Aku akan bercerita mengenai pandangan diriku terhadap dunia. Pandangan ini berdasarkan pertimbangan dan kebijakan diri sendiri.

Pikiran adalah sesuatu yang abstrak. Apa pun yang muncul dan diciptakan oleh pikiran, semuanya adalah bentuk abstrak yang berada dalam pikiran itu sendiri.Gambaran atau citra adalah permainan yang ada di dalam pikiran.

Segala sesuatu yang dipikirkan adalah ada. Manusia dapat merasakan apa yang dipikirkannya, dapat melakukan sesuatu di pikirannya, dan orang tersebut hadir dalam pikirannya. Isi pikiran adalah unik di setiap manusia. Tidak ada pikiran yang identik sama.

Yang perlu kamu ketahui selanjutnya bahwa untuk mengetahui sesuatu, fakta empiris tidak terlalu penting. Meski dibutuhkan untuk memastikan keadaan hukum-hukum tertentu. Baik ada maupun tidak ada pengukuran secara empiris, segala pernyataan yang muncul dalam pikiran tidak dapat dipercayai.

Setiap pernyaataan manusia kebenarannya relatif. Bahkan sebuah kebohongan pun memiliki kebenaran. Tergantung bagaimana cara untuk menemukan kebenaran dibalik kunci kebohongan tersebut.

Kamu makin bingung? Saya lanjutkan lagi...
Probabilitas, sesuatu yang jelas menjadi pengembangan dalam meta konstruksi pikiran ku. Aku menjelaskan sebelumnya bahwa semua yang hadir bersifat mungkin dan relatif. Sebaik-baiknya sesuatu yang mungkin terjadi tidak dapat dijelaskan kebenarannya.

Mungkin semua itu terjadi, mungkin semua itu tidak terjadi. Ada dua kata, yakni ada dan tiada. Meski pada waktu tertentu yang terjadi adalah yang seudah terjadi. Bagaimana dengan yang belum terjadi. Meski ilmu untuk memprediksi hadir untuk memperbaiki hal tersebut. Manusia tidak akan pernah bisa menentukan apa yang seharusnya akan terjadi.

Jelas, kamu bingung
Saya tidak akan berkata apa-apa lagi. Kecuali jika itu mungkin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle