Langsung ke konten utama

Pasca PMPT 4

Pada Minggu(28/12/2014) saya selesai mengikuti kegiatan Pengenalan Mental Pesilat Tadjimalela di suatu daerah di Lembang, Bandung. Kegiatan ini dimulai Jumat(26/12/2014) di sekretariat Tadjimalela Komisariat UPI berlanjut ke hutan dekat Curug Layung pada Sabtu(27/12/2014). Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini berjalan dengan lancar.



Acara ini dibuka di gedung Geugeut Winda Universitas Pendidikan Indonesia.

Pada kegiatan ini saya diperkenalkan dengan Dasa Dharma Tadjimalela, sebuah filosofi hidup dari perguruan silat ini. Bertemu dengan dewan guru, pelatih, anggota lama Tadjimalela dan Alumni. Disini kita bisa sharing mengenai dunia persilatan itu seperti apa, prinsip-prinsip dalam silat itu seperti apa. Pada dasarnya, dengan mengikuti kegiatan ini kita dapat mengenal dan menerapkan mental ari seorang pesilat Tadjimalela dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika kami di hutan. Aku masuk kelompok 1 yang aku beri nama kelompok Merak. Membuat yel-yel dan jargon kelompok. Hahaha, begitu menyenangkan!

Aku menjalani serangkaian penjelajahan di pos-pos pengujian, diuji sesuai dengan materi yang diuji di pos-posnya. Hingga akhirnya tiba di tenda.
Kelompok 1 : Merak (sumber: Perguruan Silat Tadjimalela Komisariat UPI)

Pada hari terakhir ada beberapa serangkaian games yang diadakan. Makan bersama hingga penutupan acara.
Pasca Pengukuhan anggota biasa (sumber: Perguruan Silat Tadjimalela Komisariat UPI)
Kegiatan ini diakhiri dengan kegiatan pengukuhan anggota biasa Tadjimalela. Saya masuk dalam no. urut 13. Sebenarnya banyak yang ingin say ceritakan... Tapi sepertinya tidak perlu lebih banyak lagi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…