Langsung ke konten utama

Percakapan dengan Dosen Filsafat Manusia

Pada siang hari ini saya mengunjungi ruangan dosen mata kuliah filsafat manusia untuk mengumpulkan tugas esai dan jurnal. Saya berbincang dengan beliau mengenai refleksi diri saya sendiri mengenai mata kuliah filsafat manusia. Banyak hal kami bicarakan dalam diskusi ini.

Dalam percakapan ini saya mendapatkan beberapa informasi penting dari beliau.
Pertama. Saya harus dapat menggunakan kesadaran saya yang kuat dengan sebaik-baiknya. Jika tidak, saya tidak akan sadar dan jatuh dalam kegilaan.
Kedua. Intuisi yang muncul segeralah di rasionalisasi supaya dapat dimengerti dan dipahami sebaik-baiknya.
Ketiga. Kesadaran memungkinkan manusia untuk melihat dirinya sendiri. Kesadaran adalah salah satu dari meta-organ yang dimiliki manusia.
Keempat. Bacalah, dan belajarlah literatur dari berbagai bahasa. Disana saya akan tahu banyak.
Kelima. Rekayasa sosial adalah teknologi yang telah usang, pemberdayaan sosial yang lebih baik.
Keenam. Berjuanglah untuk hidup saya sendiri. Gunakan akal dengan sebaik-baiknya.
Ketujuh. Dunia gelap dalam spekulasi dan pemikiran adalah dunia yang tidak dapat terlihat apa-apa. Pastikan anda memiliki cahaya untuk melihatnya. Meskipun gelap, hal tersebut sangat membantu anda.
Kedelapan. Bacalah Sejarah Tuhan oleh Karen Armstrong. Ada kemiripan kisah dalam kepercayaan yang anda alami dengan Karen Armstrong.
Kesembilan. Anda cocok dalam menulis sastra. Coba salurkan kontribusi dengan mengirim karya ke majalah-majalah sastra.
Kesepuluh. Jangan biarkan diri tidak berdaya oleh peraturan yang ditentukan oleh suatu kalangan tertentu.
Kesebelas. Dalam penelitian terakhir, atom memiliki 11 dimensi.
Keduabelas. Berdiskusilah. Hal tersebut setidaknya dapat menyelamatkan diri dari kegelapan.
Ketigabelas. Sebuah era yang saya sampaikan bisa saja terjadi. Informasi adalah segala dari penyebabnya.

Sekian yang saya catat dari diskusi saya dengan dosen filsafat manusia, Pak Dharma Kesuma. Saya menemukan banyak sekali hal yang harus saya cari tahu dan aku semakin ingin tahu dengan apa yang terjadi. Sesungguhnya, saya harus memulai diskusi dengan lebih banyak orang lagi untuk dapat melahirkan ide untuk menjawab segala pertanyaan yang muncul dalam diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…