Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Memupuk Keyakinan

Cukup... Kini sudah saatnya untuk memaafkan. Berikan yang terbaik. Biarkan yang berlalu supaya teruslah berlalu. Semoga semua yang memberikan hal yang baik maupun buruk menyadari segalanya. Bahwa kebaikan dan keburukan yang diberikan... semuanya... memberi pengaruh untukmu.

Cukuplah meratapi kesedihan yang mampir tiap kali kenangan buruk masa lalu teringat. Setibanya di rumah, aku mengadu lagi. Bahkan tak terbendung rasa rindu seorang ibu terhadap anaknya. Katanya, masakan aduhai itu tidak habis-habis jika aku tiada. Bahkan kucing rumah, si Ocan namanya, merindu berat pada tuannya. Kami dipertemukan lagi.

Keyakinan diriku terasa hilang sejak beberapa tahun lalu. Aku bertanya pada ibu, "sebenarnya kenapa ayah meninggalkan keyakinannya?" Ibu bercerita, aku mendengarkan. Lalu aku bertanya lagi, "lantas, apa yang bisa aku lakukan?"

Kehilangan keyakinan bukan berarti kehilangan Tuhan. "Semoga Tuhan memberkati," katanya. Keyakinan dalam hal ini adalah menyataka…

I Call It a Gang or... Team!

I met Kang Galih and Kang Otep in front of Social Ed Faculty building last night. When I arrived there, I see five freshmen that would likely joining the group of this thing. This thing is a gang, or a group, made by people who learn contemporary dance. We, first, introduce self to each other. Then, made a group discussion about what will we do in several months later.

"There will be no payments from any party, we have to gather money together. We learn together, then... We will have fun," said Kang Galih. Kang Galih is an alumni. He will guide Kang Otep to plan and choreograph the gang. Later in the discussion, when we at first informed to have physical exercise here, the exercise cancelled because it is not good to exercise in a time like that. We got to know each other and then plan how much people will join the gang. He asked freshmen to gather as many as possible people to join. Then, we talked about our plan to perform in some performances including Tidak Sekedar Tari