Langsung ke konten utama

Another More Less Spectacular Workshop!


15-17 Januari 2016, aku mengikuti Workshop Tari "A Contemporary Dance Workshop with Melanie Lomoff" di Nuart Sculture Park atas undangan Bubu Keni dan partner in crime-nya, Bude Ratna. 
Ini merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan!

Kemarin malam [7 Februari 2016], Neng Isma mengabari grup WA mengenai video yang ia unggah tentang workshop ini...


Bagaimana videonya? Singkatnya, aku akan menjelaskan beberapa hal yang terjadi pada workshop ini. Check it out!

Apa yang aku dapatkan dari workshop ini?

"Halo! Selamat Datang!" Sapaan hangat datang dari semua orang yang datang. Suatu ide yang hebat dari Bude Ratna untuk membuat grup WA. Peserta workshop jadi lebih mengenal satu sama lain dan satu hal penting, kekeluargaan telah dibangun sejak awal untuk menyatukan kami semua.

Aku merasa terbantu dengan kiriman jadwal dan detil informasi mengenai workshop sebelum workshop dimulai. Namun berbeda dari workshop sebelumnya dengan Jens Bjerregaard, aku tidak mendapatkan handout tentang sesi workshop yang akan aku ikuti. Awalnya aku bingung, "apa yang akan aku pelajari di sini?"

Sesi workshop berlangsung cari dan menyenangkan. Aku mempelajari hal-hal baru mengenai tari kontemporer dan meng-explore diri lebih dalam lagi.

Yang tidak kalah menarik adalah menu makan siang yang bikin doyan (pake banget!) ditambah kudapan-kudapan mantap dari kue, pisang coklat, obi, hingga semangka (Bude keren banget pilih menunya).

Apa yang aku pelajari dari workshop ini?

"The aim of this workshop is to gain awareness of your body, especially when you dance..." Jelas Melanie ketika sesi diskusi setelah presentasi pada Workshop hari ketiga, 18 Januari 2016.

Latihan dengan Melanie diawali dengan pemanasan setiap harinya. Peserta dalam posisi tidur. Berusaha menyadari setiap bagian dari tubuh. Diawali dari tumit, betis, lutut, paha, pelvis, hingga kepala, lalu kembali ke seluruh bagian tubuh. Lalu bangun perlahan dengan cara yang paling nyaman menurut masing-masing. Setelah itu kami berjalan perlahan sesuai instruksi yang diberikan.

Beberapa saat kemudian, kami diinstruksikan untuk berjalan maju dan mundur sekehendak kami. Terus berjalan, kami mulai menyadari pergerakan kaki, lalu lutut dan pundak. Kami diperbolehkan untuk berjalan cepat, menyelip di antara peserta lain. Semakin intens, kami diinstruksikan berlari, melompat, berlari, dan berputar. Pergerakkan kami meluas hingga beberapa saat kemudian, melambat dan merapat ke ruang-ruang kecil. Setelah itu, kami berjalan ke posisi yang diinginkan. Selanjutnya, gerakan-gerakan peregangan tubuh lalu menggerakkan tubuh untuk mencapai titik tertinggi dan titik terendah yang dapat dicapai oleh setiap bagian tubuh. Peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Peserta mendapatkan feedback dari Melanie setelah sesi ini.

Hari Pertama

Sesi berikutnya di hari pertama adalah permainan Jack-o-Box. Bermain berpasangan, peserta mengembalikan posisi tubuh pasangannya ke keadaan semula. Permainan ini dilakukan secara bergantian. Selanjutnya, permainan ini berlanjut seperti permainan ping pong dimana setelah mengembalikan posisi tubuh, peserta menggerakkan tubuhnya untuk dikembalikan ke posisi semula oleh pasangannya.

Selanjutnya, eksplorasi gerak disosiasi. Latihan ini melibatkan satu gerakan sederhana yang diulang lalu kembali ke keadaan semula. Peserta diberi waktu 20 menit untuk membuat koreografi selama 1 menit. Setelah 20 menit berlalu, peserta mempresentasikan hasil eksplorasinya secara berpasangan. Peserta mendapatkan feedback dari Melanie setelah presentasi.

"Less is More," -Melanie Lomoff

Sesi terakhir di hari pertama yaitu eksplorasi hewan. Setiap peserta bebas memilih hewan yang akan ditampilkan dengan menunjukkan gerakan transisi antara hewan dan manusia. Peserta dibagi ke dalam dua kelompok, tampil di hadapan Melanie. Pada akhir sesi ini, Melanie menyampaikan bahwa ia merencanakan presentasi yang akan ditampilkan pada hari ketiga workshop.

Hari Kedua

Sesi pada hari kedua dilanjutkan dengan eksplorasi gerak dinamis. Peserta dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu Cepat, Cepat-Lambat, dan Lambat. Presentasi sesi ini dilakukan oleh 2-3 peserta secara bergantian. Peserta mendapatkan feedback dari Melanie setelah ini.

Eksplorasi duet dilakukan setelah istirahat. Setiap pasangan membuat koreografi duet selama 20 menit. Lalu dipresentasikan dan mendapatkan feedback dari Melanie.

Hari Ketiga

Mengulang sekuens latihan seperti hari-hari workshop sebelumnya. Melanie datang dengan ide menangkap momen pemanasan dan diakhiri oleh freeze. Dilanjutkan dengan garapan untuk presentasi, Melanie membagi peserta ke dalam kelompok beranggotakan 4/5 orang. Sebelum memulai, Melanie mencontohkan pada kami bagaimana gerakan yang intim terhadap penonton. Dalam kelompok, aku berbagi gerakan untuk dipelajari bersama. Gerakan yang dilakukan sederhana dan ekspresif. Ini diperkuat dengan adanya komunikasi antara penari-penari dan penari-penonton.
Latihan dilanjutkan di depan kafe
Setelah sesi istirahat, latihan dilaksanakan di depan kafe. Tetapi karena hujan, latihan dilanjutkan di dalam kafe.

"Let's do it more less," Melanie Lomoff

Presentasi dilaksanakan sekitar pukul 16.00 di Gedung Kuning.
Presentasi ini terdiri dari:
  1. Gerak hewan
  2. Eksplorasi diri (dua orang dan tiga orang)
  3. Sekuens pemanasan hingga freeze
  4. Duets
  5. Gerakan Intim yang terdiri dari 4 saf
  6. Solo Mas Rianto
  7. Solo Melanie Lomoff
Showcase diakhiri dengan diskusi dan ditutup dengan ucapan terima kasih. Kami berfoto bersama.
miss you guys

Apa yang aku pahami dari workshop ini?

Workshop yang diberikan oleh Melanie berfokus pada bagaimana kita menyadari tubuh dan gerakan tubuh. Keadaan mindfulness ini berkontribusi dalam penghayatan gerak dan menciptakan koneksi antara penari dengan penari dan penari dengan penonton. Dengan begitu, latihan yang diberikan membuat penari sadar dengan keadaan tubuh dan dirinya serta dapat mengalami keadaan flow dalam menari.

Menciptakan koneksi dengan penonton dan penari lain. Semua orang terlibat, meringankan, dan melepas dengan harmonis. Ekspresi akan hidup bersamaan dnegan gerakan yang dilakukan. Aku jadi memahami bagaimana mengatur nafas dan tempo sebagai sinkronisasi dengan panggung, penari lain, dan penonton.

Penari sebaiknya konsisten dengan gerakan yang telah diciptakan. Improvisasi mungkin dibutuhkan, namun gambaran besar dapat kacau jika terlalu banyak improvisasi.

Melanie menunjukkan pada aku bagaimana gerakan-gerakan sederhana dapat menjadi sesuatu yang hidup dan bermakna. Kekeluargaan begitu erat pada kegiatan workshop ini. Dance showcase dilaksanakan dengan begitu hidup dan penuh penghayatan. Aku menjadi lebih percaya diri dan semakin yakin atas kemampuan diriku sendiri.

Tambahan

Pertunjukkan solo yang dilakukan oleh Mas Rianto dan Melanie sungguh spektakuler! Aku ingin memberikan komentar berupa penafsiran aku tentang tarian mereka pada showcase di hari ketiga Workshop

Analisis Tari Solo Mas Rianto

Secara keseluruhan, tarian Mas Rianto bercerita tentang identitas. Aku menemukan sebuah perjuangan dengan tiga gap budaya yang bertentangan satu sama lain. Terdapat emosi marah dan takut. Kebingungan melanda hingga terbawa arus, tetap kebingungan. Di akhir, terdapat kesadaran identitas diri sebagai orang Jawa lalu bertembang.
Mungkin ada kaitannya dengan tempat tinggal. Apa karena harus bolak-balik antara dua tempat? Apa karena diawali syok budaya yang berkelanjutan?

Analisis Tari Solo Melanie

Tariannya menunjukkan aspek perasaannya yang peka. Melanie begitumudah larut dengan perasaan dan kisah dari orang lain. Itu membuat pikirannya terus berputar mengenai orang-orang di sekitarnya. Permasalahan ini semakin kompleks dengan hubungan romantisnya. Terdapat keinginan untuk menikah, lalu melahirkan anak. Terlepas dari gayanya yang nampak seperti "perempuan aneh" menurutnya. Melani menikmati relasi dengan orang lain, menikmati humor dan berbincang dengan beberapa orang terdekatnya. Aku menemukan beberapa tahap coping stress. Melalui tahap tersebut, aku menemukan pemahaman diri. Adanya usaha untuk tenang dibalik pemikiran liarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MEMENTO KESADARAN WANITA 2 : SEJARAH RUSUK

Konser M.O.R.R.O plus Pertunjukan Karya Kaladian RaharjaKESADARAN WANITA 2: SEJARAH RUSUK
KOREOGRAFER: KALADIAN RAHARJA
AKTOR: LI DAN KAER

Terima kasih atas kenangan yang indah di kegiatan SEMALAM: SENI MENDEKAP ALAM @Papandayan Camping Ground. -Sabtu, 14 Januari 2017


Resolusi X Lingkaran Setan

Kamu udah mulai mengeksekusi langkah recovery?1. IntegrasiAku menemukan bahwa masih ada sebagian diriku yang terblokir. Oleh karena itu, aku mencari trigger untuk dapat mengakses kembali memori dan recover.2. Advanced ResolutionAku sedang mendefinisikan cinta si kampret. Kenapa ia bisa mencintai ku hingga ia memutuskan hubungan dengan ku. Aku lakukan karena ada keyakinan bahwa ia akan kembali. Keyakinan ini ku rasa mengganggu. Aku berusaha memahami itu.Jalan Resolusi
1. Trigger
2. Rekoleksi Memori
3. Pemrosesan Memori
4. Fragmen Resolusi
5. Resolusi LanjutanJalan Lingkaran Setan
1. Trigger
2. Rekoleksi Memori
3. Doom
4. Katastropi
5. Resentimen