Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Dua Pertunjukan Berlalu

Hai! Sekedar memperbarui blog saya. Saya sedang sibuk akhir-akhir ini. Pekerjaan dan latihan metode penelitian memang lumayan bikin kepala saya jangar. Tahu tidak, apa yang sudah berlalu selama ini? Saya telah pentas di dua pertunjukan.
Tidak Sekedar Tari
Pertunjukan ini diselenggarakan di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta pada tanggal 23 Februari 2016. Bersama geng UPADI, saya mempelajari spirit juang seni tari yang sekarang berada di sana. Meskipun timbul kekecewaan bahwa pemahaman meta-analisa dalam tari belum aku temukan dari pembahasan tari di sini. Meskipun begitu, semangat juang ku untuk mempelajari Psikologi Tari semakin kuat dari peristiwa ini. Mulat Sarira Nagri Parahyangan Menggelegar, membuat merinding, prihatin, dan perenungan. Devi Zolim yang bersama-sama diiringi setelah monolog Soekarno tidak lagi menjadi hal yang melelahkan. Namun menjadi suatu bagian energi yang ingin dibagikan kepada penonton di sana. Perasaan yang aku alami selama pentas aku tumpah ruahkan, menya…

Gladi Resik KIG Dance Community

Semalam, aku menonton gladi resik karya tari dari KIG Dance Community di Auditorium A FPSD. Aku menyampaikan beberapa poin penting saat sesi komentar:
1. Seolah2 berasal dari satu koreografer
2. Fenomena hanya milik si penggarap
3. Berkutat pada isu intimacy, fear of missing out
4. Kebanyakan bertema petang hingga pagi
5. Simbolnya mudah diprediksi, orang akan mudah mengetahui apa yang telah terjadi pada si penggarap.
Dari keseluruhan, aku merasakan bahwa mereka membawa rasa Martha Graham dalam garapan mereka. Meskipun begitu saya mengapresiasi upaya mereka. Daripada tidak ada sama sekali, lebih baik ada.

Kesadaran Eksistensial

Semakin aku memperhatikan, aku semakin mudah menentukan lokasi eksistensial dari suatu benda. Sensasi suara "demnng" berdengun bersamaan dengan munculnya medan fatal dan warna-warna muncul di dalamnya. Aku bisa berkomunikasi dengan itu. Ia berupa pandora box yang bisa berisi apa aja. Yang aku ingin tahu, semuanya bisa muncul. Memang melelahkan, kegiatan ini menggunakan frekuensi otak yang cukup besar. Kadang, perasaan takut muncul. Itu berangsur-angsur hilang karena aku semakin memahaminya. Wisdom dapat dicapai, salah satunya, melalui ini. Aku belajar. Cakrawala meluas.