Langsung ke konten utama

Dua Pertunjukan Berlalu

Hai! Sekedar memperbarui blog saya. Saya sedang sibuk akhir-akhir ini. Pekerjaan dan latihan metode penelitian memang lumayan bikin kepala saya jangar. Tahu tidak, apa yang sudah berlalu selama ini? Saya telah pentas di dua pertunjukan.

Tidak Sekedar Tari

Bersama pemusik UPADI, mas Inu, dan Mahasiswa ISI Surakarta yang sedang berlatih 

Pertunjukan ini diselenggarakan di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta pada tanggal 23 Februari 2016. Bersama geng UPADI, saya mempelajari spirit juang seni tari yang sekarang berada di sana. Meskipun timbul kekecewaan bahwa pemahaman meta-analisa dalam tari belum aku temukan dari pembahasan tari di sini. Meskipun begitu, semangat juang ku untuk mempelajari Psikologi Tari semakin kuat dari peristiwa ini.

Mulat Sarira Nagri Parahyangan

Bersama patung Devi Zolim, penari, Pak Nyoman Nuarta, dan Pak Anies Baswedan
Menggelegar, membuat merinding, prihatin, dan perenungan. Devi Zolim yang bersama-sama diiringi setelah monolog Soekarno tidak lagi menjadi hal yang melelahkan. Namun menjadi suatu bagian energi yang ingin dibagikan kepada penonton di sana. Perasaan yang aku alami selama pentas aku tumpah ruahkan, menyatu dalam tari ini. Hingga aku menemukan suatu kesimpulan, perasaan nikmat campur takut yang luar biasa. Ini mengiringi bangsa kita...
Pertunjukan ini diadakan pada tanggal 17-18 Maret 2016 di Nuart Sculpture Park, Bandung.
Pada kesempatan ini saya bertemu dengan Mas Eko Pece, Mas Eko Crozher, dan Mas Danang. Koreografer dan asisten-asistennya yang luar biasa menjadi guru pada kesempatan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…