Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Kesadaran Wanita: Beritahu Aku Rasanya Punya Rahim

"Kesadaran Wanita: Beritahu Aku Rasanya Punya Rahim," or in English "Woman Conscious: Tell Me How It Feels Like to Have A Womb," dance performance video has been uploaded on Instagram by Lita Arofu. To remember that moment, I felt shudder. The guys done it only in one night dance exercise. It started from my contemplation about a butch girl suddenly in love with a guy. Then, I presented that awkward moment in a form of Contemporary Dance. I remember what Mbak Mata (from Integrative Body Movement Community) said about woman,
Woman has a womb, that is one which makes woman different than man There, you see it. I finally gave this concept to Lita in hope that she could develop this better than me, a boy or merely a man. Check this out!

Kesadaran Wanita: beritahu aku rasanya punya rahim. . . Dalam gerak: @kaladianraharja, Ilham, aku. Milad Teater Jalarea, Uniga. A video posted by Li Arofu (@lita.arofu) on May 30, 2016 at 6:22am PDT

Mulat Sarira

Aku menyadari sesuatu. Perasaan sakit hati pagi tadi memang muncul karena ulah ku. Aku pindah dari kamar kontrakan Satriya, kembali ke rumah ku di Cicadas. Itu bermula dari ketidaknyamanan ku, juga dirinya, selama tinggal bersama. Setibanya di rumah, aku memeluk ibuku erat-erat. "Semua tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan," kata ku. Serangan kenangan muncul dan membuat aku tidak tenang selama seharian. 
Sambil merenungi nasib, ibu datang dan mengingatkan,  "... ada hal yang tidak bisa manusia pertahankan. Yang dapat kau lakukan adalah menerimanya... Hentikanlah drama itu karena itu terjadi karena ulah mu pula... tidak murni karena kesalahannya, dan tidak murni karena kesalahan mu... kalian terlibat... dan untuk mu, anakku, aku selama ini memperhatikan dirimu dan berusaha melindungimu. Aku biarkan dirimu bermain dalam permainan ini hingga aku tahu bahwa lingkaran kerusakan itu selalu terjadi padamu. Maka sadarlah... flashback sudah tidak berguna lagi... impian m…

Positif

setelah persepsi buruk dihadapi, diri menjadi lebih asertif. Penilaian memang bagus untuk evaluasi, namun lebih baik untuk merasakannya lalu menilainya, jika dirasa perlu.

Menghadapi Ujian

Memang hidup tidak akan semudah yang dikira. Yang aku alami adalah ujian dalam masa hidup ku. Beberapa tugas tertinggal, rumah terbengkalai, dan kehilangan banyak benda. Semua itu aku hadapi untuk dapat melanjutkan alur kronologi ku. Semoga usaha penyadaran ku dimudahkan.

Menelanjangi Diri

Pada hari ini aku berusaha untuk menyadari bahwa persepsi yang muncul bukanlah milikku.

World Dance Day 3 by LOKRA: Aftermath

Gambar
Penari-penari Sulintang membawakan lilin. Berjalan ke susunan lilin, menyalakan lilin satu-per-satu. Alunan tari Sulintang yang sebelumnya ditarikan membawa suasana nyata yang menghanyutkan diri. Saya sebagai apresiator cukup terharu dan termenung atas ini. Penonton yang lainnya ikut menyalakan lilin dalam perayaan ini.
Ikut Ambil Bagian Atas ajakan dari sahabatku, Satriya Adhiyasa, aku mengikuti pentas pertunjukan malam pertama, Jumat 29 April 2016. Garapan The Colours ditarikan oleh aku, Satriya, dan Zakbar. Penampilan ini dibuat dalam waktu sangat singkat, H-6 jam! Meskipun begitu, aku gembira sekali untuk pentas bersama sahabatku. Aku menampilkan ekspresi-ekspresi yang ngenes nyeleneh. Lucunya, aku baru menyadari bahwa garapan ini sedikit menceritakan kehidupan saya dan Satriya di kontrakan. Kami sangat ingin mencuci, tapi hari hujan. Makna aslinya? Nontonlah, nanti kamu tahu apa yang disampaikan mas Koreografer Satriya.
... tutuplah kemaluanmu! -Satriya Adhiyasa dalam sinopsis Th…

Lorde - Team

Gambar
"We're all exact the same..."