Kegiatan Sa'alam Ramadhan XVI oleh HISDRAGA

Lita Arofu mengundangku menjadi pengisi acara di kegiatan Sa'alam Ramadhan XVI pada hari Senin, 6 Juni 2016. Kegiatan ini diadakan oleh HISDRAGA. Aku menyebut kegiatan ini sebagai Public Stage. Ini berlangsung dari 20 Juni 2016 - 26 Juni 2016.

Aku terlibat dalam enam garapan.


Teater Samak SMKN 2 Garut

Aku berkesempatan menemui Yudi Gentong, direktor teater Samak. Bersama teman-teman teater Samak, aku berbagi mengenai pembentukan koreografi pada pertunjukan dan directing pertunjukan. Alhasil, teman-teman teater SAMAK mampu mengembangkan garapannya secara mandiri. Karya bertemakan Yuyun ini disutradai oleh Yudi Gentong.

Teater Zahara SMA Muhammadiyah 1 Garut



"Pelecehan seksual tidak hanya pada satu orang yg dipaksa, tetapi juga pada dua orang yang memutuskannya, juga pada diri sendiri," kata sahabat Teater Zahara. Mereka mampu mengembangkan ide pertunjukan mereka sendiri. "Maka kita mencoba mengalami teman-teman kita yang mengalami itu, keputusasaan mereka," tegasnya. - EW: Aji rasa cipta kanu ageum nu ngusik. Ide: Teater Zahara. Koreografer: Kaladian Raharja dan Lita Arofu. Pemusik: Toni Irawan.

Musikalisasi Puisi bersama Ersila

Pertunjukan jeprut. Aku sebut ini pertunjukan latihan untuk mengetahui apakah Ersila dari SMA Muhammadiyah 1 Garut dapat pentas tanpa persiapan apapun.


Musikalisasi Puisi bersama Kenan

Setelah berbincang seputar karya dan tari, aku tertarik dari kerumunan untuk menari saat Om Kenan mementaskan musikalisasi puisi. "Aku sengaja memanggilmu," katanya. Ini kali pertama mengalami transendensi ketika menari. Teknik yang digunakan ketika bernyanyi adalah teknik pernafasan dalam yang digunakan untuk memanggil khalayak. Anehnya, orang-orang yang lewat bahkan rela memarkirkan dulu kendaraannya untuk melihat pertunjukan om Kenan. Aku sebut itu Kundalini.


Kelompok Bising

Lita datang bersama teman-teman seniman tuna rungu, membentuk sebuah komunitas seni yang bernama Kelompok Bising. Karya mereka "Teror Gendang Telinga" berbicara mengenai teror yang tuna rungu hadapi, menunjukan bagaimana rasanya menjadi tuna rungu. Sungguh trans-fenomena yang menggugah.

MASIGIT: wangunan mulih ka gusti tina puseur jagad nagri

Pertunjukan ini merupakan pertunjukan persahabatan PASHEMAN Paskibra SMKN 2 Garut dan Komunitas Teater Tari Garut. Terdapat 23 orang yang terlibat; 1 orang koreografer, 1 orang asisten koreografer, 1 orang kru, 13 orang pasukan Paskibra, 4 orang penari, sepasang aktor-aktris dan seorang penari sufi. Karya koreografi ini dimulai 3 Juni 2016 dengan tema utama "without love it cannot be seen" yang kemudian berkembang menjadi MASIGIT, karya mengenai Masjid Agung Garut.

Ulasannya dapat kamu baca di sini
 
Sayangnya, video pertunjukannya belum diunggah oleh HISDRAGA selaku penyelenggara acara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle