Langsung ke konten utama

Mengapa Jiwa Penari?


Catatan Mimpi Siang Hari

25 Juli 2016

Ada sebuah pesan,
"Jagalah jiwa penari mu karena ia setia pada mu. Ia mampu melakukan apapun. Maka jagalah ia dan pertahankanlah ia."
Aku bertarung dengan banyak orang didampingi oleh seorang laki-laki penari. Ia tampak sangat percaya padaku. Di setiap kesempatan, kami menang. Aku menghadapi seorang kakek. Ia mengatakan, "jagalah jiwa penari mu karena ia setia pada mu. Ia mampu melakukan apapun. Maka jagalah ia dan pertahankanlah ia." Aku membawa penari ke tempat yang aman, mengangkatnya dengan sekuat tenaga. Itu seperti sebuah putaran yang kuat.


Mengapa Jiwa Penari?

Siapa yang aku jaga? Aku menemukan dua dimensi jawaban.

Dimensi 1, dalam diri.

Ada seseorang atau imaji yang aku jaga. Itu dapat berupa identitas, persona, atau komponen. Ia menjadi sumber outlet spiritual ketika aku menari. Meskipun kemampuan menariku perlu ditingkatkan.

Dimensi 2, orang lain.

Jika di waktu mendatang aku menjadi koreografer maka sebaiknya aku merawat dan menangani penari dengan sebaik-baiknya. Itu pun termasuk membuat mereka menemukan dan melampiaskan potensi mereka. Menemukan tari terbaik untuk seseorang bukanlah pekerjaan yang mudah.

Aku menemukan dimensi yang lainnya.

Dimensi 3, lingkungan.

Aku bertanggung jawab atas sebuah komunitas tari, Kelas Tari Rumah Belajar MAPUSTA Jabar. Beberapa hari ini aku bergulat dengan diri sendiri, hampir melupakan tanggung jawabku. Aku berusaha sebaik-baiknya mengembangkan komunitas ini. Terus berusaha.

Dimensi 4, dunia.

Dunia penari yang dibentuk sekarang adalah dunia buatan tangan seorang kapitalis. Penari menjadi sangat komersil, sangat berbayar, sangat kelas tinggi. Tindakan yang ku buat berikutnya adalah dekonstruksi. Membawa kembali esensi utama menari adalah tujuanku. Penari-penari kini tersesat dalam konsumerisme dan glamor. Meskipun itu adalah hak mereka, aku ingin mereka tahu apa yang ku lihat. Karena orang yang menari itu banyak, tetapi yang merasakannya sedikit.

Dimensi 5, aku tak tahu.

Ketidaktahuanku perlu dimasukan karena dari empat dimensi yang ku temukan, bisa saja tidak benar. Pasti ada sesuatu yang tak terucap dari, "menjaga jiwa penari." Sesuatu yang lain bisa terjadi. Carilah, berusahalah, dan berupayalah.
Visualisasi sederhana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…