Penyucian Diri

Ketika datang saatnya untuk memahami diri, aku menemukan banyak sekali kekurangan dan kesalahan. Aku mengalami banyak tantangan sejauh ini. Tantangan yang berhasil membuat aku paham pada apa yang sebenarnya terjadi pada diriku. Itu membuat aku kuat sekaligus menjadi tidak menyadari apa yang direpresi oleh diri selama ini.
Hal yang dipendam manusia tidak hilang begitu saja. Ia direproduksi ulang pada setiap kesempatan untuk muncul. Setiap ide dibuat berdasarkan beban hidup. Ide tersebut membuat beban lain terakumulasi terus menerus. Jika seseorang belum memahami proses jiwanya maka ia akan terjebak dalam fasad yang sangat berusaha melindungi dirinya. Menjebak dirinya menjadi buta akan realitas.
Kebenarannya adalah kenyataan menyakiti tubuh subjek. Tubuh berusaha menghindari kenyataan. Itu terjadi sejak awal-awal kehidupan. Kebenaran baginya menjadi menyakitkan. Tetapi kebenaran membuka celah abyss dan chaos yang membuat orang memahami semesta dan TuhanNya.
Realisasi diri terus berlanjut. Aku berusaha dan berupaya untuk menjadi kepada akar. Akar yang sejati, akar yang merupakan permulaan dari pertumbuhan. Itu adalah hal esensial untuk menumbuhkan kembali semangat jiwa.
Aku memilih jalan penyucian diri. Menghindari segala kepalsuan dan riya. Menghindari kontak yang tidak perlu. Menghindari gejolak negatif yang mencelakakan jiwa. Menjadi diri, untuk kembali pada diri. Memasrahkan diri kepadaNya. Meski sepi dan luka ada, aku tetap bangkit. Melakukan UPADI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle