Mengenai Hero


K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu membuat dan mengarahkan krya secara independen. Di sisi lain pula, aku tidak dapat menyebut diriku sebagai koreografer.
Aku merasa aku pun perlu menolong orang lain. Diawali dengan menyembuhkan diri ku sendiri, lalu berjuang untuk apa yang aku cintai.
Panggilan itu menuntutku jadi yang lain. Studi yang aku pelajari sekarang tidak linear dengan pilihan karir ku, aku sadari itu.
Sekiranya ada tiga yang aku usahakan, 1) mengadakan riset karya pertunjukan masigit, 2) melakukan self-healing, 3) menemukan diri.
Memasuki ke tahap 6, aku kehilangan banyak orang, kehilangan respect dari teman2 penari, seseorang yang dulunya sahabat kini melakukan backfire terhadap ku; kami berdua masih belum memaafkan dan ia menolak itu dalan dirinya, lalu menyatakan rindu padaku (ambivalensi). Aku mulai menentukan kembali siapa kawan, lawan, dan musuh ku. Aku menjadi sendirian. Tidak ada orang di sekitar ku.
Misguide itu ada dua kemungkinan: 1) bagian dari journey, 2) kehilangan faith, sehingga ia tidak mampu mengaktualisasikan panggilannya. Dalam ff13 itu disebut focus. Ketika misguide, maka ia menjadi cie'th dan menyesal selamanya.
Oh iya job transenden itu seperti perubahan dari dark knight >> paladin dalam FF4, perubahan job 1 >> job 2 dalam FF1, perubahan onion knight >> job crystal dalam FF3, perubahan freelancer>>job crystal di FF5, perubahan Terra menjadi esper di FF6.



F: Aku sedang memikirkan bahwa dengan menjadi hero di saat yang sama berdiri sebagai villain, entah karena job atau apa yg ada dalam diri, dan ini bukan hanya dari perspektif lawan tapi berakar juga pada diri. Seseorang tidak pernah menjadi hero yg utuh karena ada tatanan mapan yang diruntuhkan, kemudian dibangun kembali menjadi sesuatu yang lain, berakar dari sisi personal sang arsitek. Dan menjadi hero tak utuh karena sisi personal itu sendiri sebagian adalah villain dalam arti menjadi senjata untuk lawannya.

K: Mengingat kisah ramayana. Rama merupakan tokoh protagonis yang menyelamatkan Shita dari Rahwana, si tokoh Antagonis. Namun jika tema kisahnya berubah menjadi cinta, tokoh protagonisnya adalah Rahwana. Ia tidak mau menyentuh Shita jika Shita tidak jatuh cinta padanya. Dalam penantian itu, Rama si antagonis merebut Shita. Rama tidak percaya bahwa Shita masih suci, lalu Shita dibakar oleh Rama.
Hero dan villain itu seperti dua sisi koin mata uang.
Sama seperti dalam kisah Wreck-it Ralph juga Mastermind.
Despicable me juga

F: Aku baru tahu kalo ending ramayana seperti itu. Kesamaan dari berbagai contoh tadi adalah hero tidak lagi sendirian.

K: Ada orang lain yang mendampingi hero.

F: Kalo disebut mendampingi hero jadi inget film sky high, ada dikotonomi pahlawan dan pendamping. Tapi mereka lupa bahwa keduanya punya dunia yg sama, hero membangun dunianya bersama melampaui dunia sehari" kebanyakan orang

K: Kelas hero dan sidekick. Namun sidekick itu adalah hero juga..
Bagaimana menjelaskan role main hero dan support hero dalam mmorpg? Orang2 dgn class support malah harus bergantung pada hero utama.
 
F: Menurutku meskipun bergantung pada main hero, keduanya berada dalam hubungan timbal balik yang apabila terpisah tidak ada artinya atau game over. Aku berangkat dari pernyataan bahwa untuk eksis berarti harus ko-eksis. Sama halnya dengan hero-villain, yang saling memberi makna. Main hero jadi utama karena support hero, juga sebaliknya. Nah, antara main dan support merupakan hubungan eksistensial, tapi tetap dalam dunia yg sama. Dunia di sini berarti menyediakan struktur untuk menjadikan si A dan B mana yg main dan support. Tetapi bagi dunia itu sendiri tidak ada pembagian itu secara khusus dan tegas, namun di dalam dunia hal itu terjadi sebagai suatu mode yang didasari strukturnya. Dari game world of warcraft, aku justru mendapat bahwa class priest yg notabene adalah support justru eksis sebagai main hero ketika dia berperan sebagai healer, bahkan tipe tank dan dps yg dibekali self heal atau life steal tidak mampu menggantikan pentingnya keberadaan healer.
Dunia bisa saja menjadi paradigma yg membalikan kenyataan ttg hero, seperti contoh dari game wow tadi

K: Tetap ko-eksis satu sama lain ya.. nampaknya ini memberi insight padaku bahwa others matter.
  
F: Aku ingin tahu apa itu. Kalo hero journey itu jadi model standar, dalam batas tertentu mungkin sosok ideal yg dipikirkan para filsuf termasuk jenis hero. Misal Plato: philosopher king, Rosseau: noble savage, Kierkegaard: knight of faith, Nietzsche: ubermensch. Dan di balik semua itu ada 'ideal hero', menurutku itu adalah messiah. Apa pendapatmu tentang prophecy dalam kehidupan? Mengingat orang yg mengaku nabi di luar sana mungkin saja 'melihat' ideal hero dan merasa terpanggil

K: Proses the call. Prophecy itu nampak bagiku sebagai panggilan untuk UPADI (mencari, berusaha, dan berupaya), konsep yang dibangun oleh Yosep Yogi Anjaeni (dalam karya UPADI di TST Solo yg aku ikuti). Itu merupakan siklus abadi yang terjadi pada orang yang "sadar". Dalam yoga, itu adalah proses peraihan energi divine. Ada 3: tamasic (tamak, gelap), rajasic (passion, keinginan), dan sattvic (suci, utama). Orang mendapatkan salah satunya.
Hero mendapatkan sattvic. Villain mendapatkan tamasic. Dan yang lain mendapatkan rajasic.
Hero ideal mendapatkan sattvic.?

F: Jadi syarat the call yg terpenting adalah sadar, tetapi dalam batasan apa, jika dihubungkan dengan fenom maka yg ditanyakan adalah sadar akan yang nampak atau yang dicerap, juga menurut Sartre: untuk menyadari maka kita perlu merelasikan diri dengan yg ada di luar.

K: Sadar dalam UPADI digambarkan sbb:
Seorang perempuan berdiri di tengah-tengah. Ia menunjuk telunjuknya ke atas perlahan-lahan melihat ke langit2 sementara yg lainnya chaos, berteriak, lompat2, berlarian. Ia lalu menurunkan tangannya, lalu duduk tenang seakan menahan sesuatu. Yang lainnya mulai menunjukan gerak penyesalan, menggerayangi tubuh, berjalan katatonik, bersuara menyesal. Mereka lalu duduk membentuk suatu formasi kosmik. Yang lain melakukan gerak proses abadi da mi na ti la. Perempuan itu duduk di pusat, menyanyikan Cinta Nusa. Indonesia.. gemah ripah loh jinawi. Alam endah hejo lembok sugih mukti. Subur tutuwuhan benghar pepelakan. Alam hejo ngemploh karaharjan lemah cai. Kakayon tumuwuh subur pa jangkung jangkung. Petetan ngawujud sirung pagulung gulung. Piraku rek rela, pirakh rek tega. Alam nu ngemploh hejo pinarengan ngarangrangan teu kariksa. Lagu itu dinyanyikan dua kali.

F: Dalam interpretasiku berupa kesadaran holistik, relasi diri-orang lain-alam, kemudian ditransendensikan. Ada semacam komunikasi eksistensial di sana, di mana subjek menyadari berada di dalam dunia yg sama.

K: Menjadi keseluruhan dalam one being?

F: Ada kemungkinan semacam itu, tapi dalam Interpretasiku sebatas 'sekedar diperlihatkan' lewat dirinya sendiri. Aku belum benar" paham mengenai peleburan hingga selfless dan menemukan one being, jadi bagiku one being tidak lagi terjangkau, tetapi berbagai being menunjukan bahwa dia telah membangun 'ada'nya kita. Hanya dalam keseharian semuanya seolah tersimpan dalam konsepnya masing-masing, melalui momen yg tepat ada saatnya untuk terjadi transendensi sehingga konsep" tadi lepas, antara diri dan segala yg di dunia jadi transparan, dan semakin jelas Adanya kita adalah sesuatu yg holistik tapi plural

K: Aku merinding membacanya.
Kira2 keadaan itu yg "dikejar" oleh yogi dan sufi. Namun aku diperingatkan bahwa jika seseorang terlalu terburu-buru atau masih belum bersih maka ia akan mendapatkan energi tamasic. Entah kenapa seseorang bisa mendapatkan energi semacam itu.
Ngomong2 aku menjadi penari sufi pada tareqat naqshabandiyah. Baru pertama kali menari, mereka menemukan koneksi dari tubuhku. Aku jadi media...
Jadi apa hubungan the call itu pada hero? Mengapa seseorang bisa jadi hero?
  
F: Barangkali transendensi lewat lsd juga termasuk yg menyisakan energi tamasic. Pembersihan itu kalo dalam bahasa Nietzsche disebut sublimasi ataupun dispiritualkan (tetapi dalam batasan materialistik dan vitalisme), di mana seseorang mengubah ekspresi insting kehidupannya menjadi daya kreatif daripada mengembiri insting tersebut. Menariknya dia menyebutkan bahwa asketisme adalah jalan terakhir menuju kebahagiaan di dunia yg nihil nilai. Tetapi orang menjadi asketis yg sebaik"nya karena dia memilih berdamai dengan insting kehidupannya, mengikuti dinamika sekaligus mengarahkannya, dan kehidupan tetap di jalani. Jadi bukan orang yg butuh untuk menjadi asketis di mana dia memilih untuk Meniadakan insting dan kehidupannya, Kemudian hasilnya adalah moralitas budak di mana menempatkan dirinya sebagai orang yg perlu dikasihani, tetapi itu adalh strategi untuk membuat orang lain merasa bersalah.
Aku belum pernah dapat tanda" kalau kau bakal jadi penari sufi.

K: Nampaknya penjelasan mu sudah cukup bagiku. Kini landasannya sudah kuat.

F: Aku senang bisa berbagi. Ngomong" video tarimu ternyata ada di laptopku, sekali waktu aku saksikan dan mendapat fenomena yg kusebut sebagai 'mirage' dalam oxford dictionary artinya something seen but not really exist. Mirage muncul saat aku mengamati setting pencahayaan dan penari berjalan spiral di bawah cahaya yg dibuat terang redup. Sampai sekarang fenomena itu masih buntu

K: Buntu kenapa?
http://csun.edu/~kdm78513/subjects/philosophy/documents/Greek%2520%26%2520Roman/Syllabus/PlatoTheoryofKnowledge.doc
http://plato.stanford.edu/entries/friedrich-hayek/
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Mirage
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Mirage_of_astronomical_objects
Sesuai namanya, filosofi mirage sulit ditemukan.

F: Bagiku mirage sendiri adalah fenomena semu pada dirinya sendiri, dia fenomena dari fenomena dari fenomena dan seterusnya, asalkan sensibel. Atau bisa dianalogikan dengan jejak, apa yg disebut sebagai jejak hanya penanda sesuatu tetapi yg meninggalkan jejak itu sudah tidak ada lagi.

K: Jadi pembukaan di karya UPADI itu menunjukan adanya fenomena mirage yang diamati oleh penggarap. Lalu ia memperjelas fenomena yang mana itu?

F: Bagaimana dengan chaos yg dimaksud? Asumsikan bahwa kondisi dunia adalah chaos, ketika ini menjadi sensible, salah satu yg dimengerti sebagai konsekuensinya adalah segalanya tidak terprediksi. Apa perasaanmu ketika menyadari segala sesuatunya tidak terprediksi, sama halnya dengan kematian
--akhir percakapan--

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle