Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Resolusi Angkatan 2014 untuk Departemen Psikologi UPI

Gambar
Alhamdulillah. Puji Tuhan atas suksesnya pertunjukan karya "CLOGNITION: Clog Ignite Cognition" oleh Mahasiswa Psikologi UPI Angkatan 2014. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh teman-teman mahasiswa Psikologi UPI Angkatan 2014. Tanpa kita bersama, pertunjukan ini tidak pernah terjadi, maupun ada "cinta adalah kita". Mudah-mudahan bantuan dan pertolongan, terutama kebaikan teman-teman, dapat bermanfaat bagi kita semua, Psikologi UPI 2014 tercinta, juga resolusi untuk departemen Psikologi UPI beserta adik-kakak tingkat yang kita sayangi dan hormati.

Katakan Kenapa

Beritahu aku alasan kenapa aku tidak boleh mengambil jalan ini, atau hakimi aku menjadi bersalah atas banyak dosa yang tidak dapat disembuhkan. Katakan kenapa, atau kenapa tidak. Terlalu banyak mengeluh, mungkin aku melewatkan sesuatu yang fatal bagiku.
- alih bahasa dari why, or why not oleh Oshima Hiroyuki feat. Katakiri Rekka

Hidup dengan Setengah Jiwa

Untuk tetap bertahan hidup
Saya berupaya menghirup
Kehidupan dari daun yang diraup
Di setiap alam yang tertutupMenutup diri
Menyerap kekuatan jiwaMaka selayaknya ia ingin aku mati
Maka aku akan mati dalam damai
Dan terbangun dengan jiwa yang baru
---
Jalan Sanyasi, 2016

Pengalaman Estetika Seni

Dicatat (dengan perubahan) dari:
Sumardjo, Jakob. (2015). Sunda: Pola Rasionalitas Budaya. Kabupaten Bandung: Penerbit Kelir.Pengetahuan pengalaman estetik juga mengenal tingkatan-tingkatan, yakni wiraga, wirahma, wirasa, dan kosong.Wiraga, artinya membenda. Setiap karya seni itu berwujud, jadi tubuh kasar. Tingkat pertama adalah menguasai teknik seni, menghafal bentuk seninya. Melihat atau meraba wujudnya, bahkan mungkin membauinya. Inilah pengalaman inderawi yang menggunakan pikiran.Wirama, manusia memasuki "tubuh halus" karya seni, antara bentuk dan isi mulai terlihat hubungan kosongnya, karya seni bukan benda mati lagi, ada dinamika kehidupan yang membawa makna di balik bentuknya yang wadag. Peran subyek masih dominan.Wirasa, manusia mulai kehilangan kesadaran subyektifnya dan menjadi benda seni itu sendiri. Dirinya lenyap menjadi seni itu sendiri. Pengalamannya adalah pengalaman dunia benda seni itu sendiri. Inilah tingkat mengosongkan diri sehingga kesadarannya diisi s…

Amnesia Terepresi

Ini adalah kisah mengenai seseorang.Menyadari proses penyadaran dan penyembuhan diri. Aku menghindari kontak dengan seseorang demi kebaikannya. Termasuk untuk tidak menyaksikan pertunjukannya.Aku merasa sangat sakit sehingga aku lupa siapa kamu.
Kamu merasa sangat sakit sehingga kamu lupa siapa aku.
Aku atau kamu?"Rhacks, Rhacks," begitulah panggilan "sayang-"nya untuk ku.Bagaimana perilaku berikutnya yang ditampilkan?
Ketika menyaksikan pertunjukan Sinom semalam, ia berada di sisi sementara aku berada di tengah bersama para penari. Sesekali ia memperhatikan aku dengan ekspresi wajah mengerut, kedua tangan menyimpul tertutup. Sesekali berbicara pada seseorang di sekitarnya. Baru ketika bajidoran dimulai ia ikut masuk ke tengah. Secara fenomenologis, aku menyadari bahwa ia melihat sesuatu dari ku dan ada suatu motif kecemburuan. Baik itu secara sadar maupun tidak sadar, aku mendapatkan adanya pain yang terbentuk. Hingga pada saat berikutnya aku melaluinya dengan kos…

4i Kompasi

Ketika seseorang menyampaikan tangan pada seseorang yang trauma maka ia pun akan trauma. Karena menyembuhkan tidak berarti menolong seorang. Kita mengambil trauma menjadi kemilikan kita, bersama-sama mengatasi trauma. Aku menjadi dirimu, dirimu ya dirimu. Aku atasi diriku, kamu atasi dirimu. Karena kita kini "sama," perasaan satu dan menyamai. Aku hanyalah kamu yang berupaya.Terkadang kita lupa bahwa setelah menolong, trauma membekas di diri. Cintai diri seperti cintamu untuk menyelamatkan kemanusiaan.Jumat, 21 Oktober 2016
Pengompasi

Menyembuhkan

Hari ini seseorang mengalami puncak penerimaan
Ku dekati ia
Ku rasakan tangannya yang mengepal keras
Ku katakan rileks
Disertai jurus-jurus nafas pranayama
Aku yakinkan ia bahwa itu biasa terjadi ketika seseorang hendak menerima
Yang dulu tidak dapat diterima
...
Beberapa waktu berlalu
Ia berusaha menampar dirinya
"Kenapa?" Tanyaku
"Itu muncul kembali," katanya
Aku perhatikan, "itu wajar,
tontonlah seperti kamu menonton film."
Tangan dan kakinya sedikit tremor
...
Ia tertawa keras
Meledak sesaat beban terlepas
"Aku bodoh ya," katanya
Tegangan menurun
Sakit pun surut
Seperti fleeting sorrow
Akhirnya...
...
Seorang teman berhasil menghadapi krisisnya
Bercermin pada diri
Aku pun masih terluka
Namun tak ada yang lebih menyembuhkan daripada menyembuhkan yang lainKamis, 20 Oktober 2016
Pengempati

Menjadi Otentik

Pelajaran penting hari ini: menjadi otentik. Dengan begitu dapat membentuk sigil dari dalam diri. Ketika seseorang menyerah, maka sigilnya pecah. Karena manusia adalah da dan sigil adalah sein. Suatu keutuhan yang membuat kehidupan manusia jadi bermakna.
---
mengingatkan aku...
Bahwa sigil terbentuk ketika
Manusia menjadi otentik
Membentuk dalam ruang
Dan time beingKetika kehilangan iman
Sigil terpecah
Akibat diri yang korup
Tidak otentikTujuan manusia tergariskan dari sigilnya
Ia yang membawa manusia
Tiba di tujuan

Kutipan Mencengangkan

Kendali atas sistem mesin yang lebih besar akan berada di tangan-tangan elit kecil - seperti sekarang ini, tetapi dengan dua perbedaan. Demi peningkatan teknik, elit akan memiliki kontrol yang lebih besar terhadap massa: dan karena pekerjaan manusia tidak akan diperlukan lagi, massa akan menjadi banyak yang tersisa: beban tidak berguna pada sistem. Jika para elit itu kejam, mereka mungkin hanya memilih untuk memusnahkan massa kemanusiaan. Jika mereka manusiawi, mereka mungkin menggunakan propaganda atau teknik psikologis ataupun biologis untuk mengurangi tingkat kelahiran, hingga massa kemanusiaan menjadi punah: meninggalkan dunia untuk para elit. Atau, jika elit terdiri dari para liberal murah hati, mereka mungkin memilih untuk memerankan si gembala baik hati bagi ras manusia yang tersisa. Mereka akan melihatnya apakah kebutuhan fisik semua orang terpenuhi, apakah semua anak-anak dibesarkan dalam kondisi yang higienis secara psikologis, apakah semua orang memiliki hobi bermanfaat ya…

Bikin Draf: Menciptakan Karya Bersama

Pada kesempatan ini, aku mendapatkan ide untuk menciptakan sebuah karya bersama teman-temang Psikologi angkatan 2014. Draf ini ku tulis sejak pagi hari hingga sorenya.[Draf Blueprint Pertunjukan Angkatan untuk Dies Natalis Psikologi UPI 2016]JUDUL KARYA
Clognition: Clog Ignite Cognition oleh Mahasiswa Depatemen Psikologi UPI Angkatan 2014RINGKASAN KARYA
Resolusi Angkatan 2014 untuk Departemen Psikologi UPI yang disajikan dalam bentuk seni pertunjukan. Menggabungkan musik yang insightful dengan teknik-teknik dari Expressive Art Therapy, Psikodrama, Body Movement dan Presentasi Tari.PERAN YANG TERLIBAT
1. 1 klien psikodrama (bisa menggambar)
2. 3 aktor psikodrama
3. 8 penari body movement
4. 1 presenter presentasi tari
5. 3 penari utama presentasi tari
6. Pemusik
7. Hadirin yang terhormatNARASI KARYA
Karya ini terdiri dari lima fase, yaitu 1) Psikodrama, 2) Body Movement (Disosiatif), 3) Psikodrama (resolusi) dan Body Movement (mirroring), 4) Presentasi Tari, dan 5) Musik Angkatan dan P…

Terhubung Memori

Yeah, I'm a loser. Kembali pada pernyataan itu. Peristiwa itu membawa aku untuk kembali lagi memikirkan fragmen diri yang terputus. Menjalani sebuah identitas yang terdisosiasi cukup membuat ku frustasi karena aku tidak memiliki masa lalu untuk berkaca. Dengan begitu, aku mulai kembali menyadari bahwa diriku yang sesungguhnya sudah tiba pada checkpoint. Sedikit lagi untuk segera pulih. Sedikit lagi.Berita baru hari ini. Blog ponsel, blog dulu, dan blog ini aku satukan. Ini memberikan kamu akses pada perjalanan pra-Upadi yang ku lalui. Upadi adalah sebuah proses tiada henti. Mencari, berusaha, berupaya.

Permainan Kartu: Makna?

Gambar
"Jika kamu tahu jenis kartu apa yang kamu gunakan maka visi itu bermakna," pesan mengingatkan aku.
Gambar tersebut adalah proyeksi hubungan interpersonal antara aku dengan seseorang. Awalnya hubungan ini berlangsung layaknya hubungan guru-murid. Masing-masing dari komponen intra kami melakukan sebuah permainan kartu. Sisi B bertransaksi dengan W, begitu pula sebaliknya. Di kesempatan berikutnya, aku memberikan dua kartu. Peristiwa itu mendorong terjadinya perpecahan di komponen lawan. Hingga menyebabkan konversi komponen menjadi tidak seimbang. Chaos terjadi, dan karenanya komponen intra ku mengembangkan void untuk menghadapi ketidakseimbangan tersebut. Hubungan kami pecah karena ketidakstabilan energi tersebut.

Ah... Retreat and Lively Go

I've been questioning myself. I succumbed this morning. Then I finished my assignments and then, something happened. The struggle to reconnect and something like, I need to tell it to someone once again popped out. It was 30 minutes of struggle, but stop. I realized it. It's time to stop. I sent a lot of statements, but it wouldn't work out. That's fine. A sudden stop is better than struggling all the time. For people with break-up relationship, it's hard at first whether it is because of your ex-romantic partner or your ex-best friend.  I realized it is useless to try to reconcile everything back if someone we want to reconcile doesn't want to reconnect at all. Staying up "just friends" means they are ready to be left off. They are not true friends at all.

It's rare for me to write things out like this. I'd be a statement hunter. Looking for good words to make people up, at least, make something feel a little bit better for a while. 

Step back …

Peringatan Karya

Peringatan muncul semalam.
"Karya pertama mu berhasil membuat orang merinding, tegang, dan tercengang. Terbayang karya-karya berikutnya nanti, kamu akan membuat orang bunuh diri."
Kenapa? Sampai saat ini aku masih memikirkannya.

Puisi Psikodrama -Moreno

Ide mirroring dalam psikodrama.
-Moreno, penemu Psikodrama

#Bahasa

dialibahasakan oleh Kaladian Raharja

Pertemuan antara dua orang: mata ke mata, wajah ke wajah.
Dan ketika kamu dekat aku akan mengeluarkan bola mata mu
dan menaruhnya di mata ku
dan kamu akan mengambil bola mata ku
dan akan menaruhnya di mata mu
lalu aku akan melihat mu dengan mata ini

#Language

A meeting of two: eye to eye, face to face.
And when you are near I will tear your eyes out
and place them instead of mine,
and you will tear my eyes out
and will place them instead of yours,
then I will look at me with mine.

PENGINGAT MASA KIKIR

Berpikir adalah tabu
Menggerus alas kelabu
Jauh tak segan menyeru
Pada pikir yang berseteru

Tabu adalah berpikir
Sisi kulit telah dipipir
Pikirmu rambut tersisir
Pada tabu yang mengalir

Sayang sekali. Berpikir adalah tabu di sini. Silakan berpikir, maka kamu tidak pernah didengar. Hanya sang belakangka yang didengar. Meskipun pikir mereka di belakang sekedar menutup kepuasan. Karena berpikir adalah tabu, aku ingatkan. Jauh sebelum pemikir berkoar tak didengar, pemikir hanyut di sungai oleh juragan berkoar.
-Kaladian Raharja, 1 Oktober 2016