Amnesia Terepresi

Ini adalah kisah mengenai seseorang.

Menyadari proses penyadaran dan penyembuhan diri. Aku menghindari kontak dengan seseorang demi kebaikannya. Termasuk untuk tidak menyaksikan pertunjukannya.

Aku merasa sangat sakit sehingga aku lupa siapa kamu.
Kamu merasa sangat sakit sehingga kamu lupa siapa aku.
Aku atau kamu?

"Rhacks, Rhacks," begitulah panggilan "sayang-"nya untuk ku.

Bagaimana perilaku berikutnya yang ditampilkan?
Ketika menyaksikan pertunjukan Sinom semalam, ia berada di sisi sementara aku berada di tengah bersama para penari. Sesekali ia memperhatikan aku dengan ekspresi wajah mengerut, kedua tangan menyimpul tertutup. Sesekali berbicara pada seseorang di sekitarnya. Baru ketika bajidoran dimulai ia ikut masuk ke tengah.

Secara fenomenologis, aku menyadari bahwa ia melihat sesuatu dari ku dan ada suatu motif kecemburuan. Baik itu secara sadar maupun tidak sadar, aku mendapatkan adanya pain yang terbentuk. Hingga pada saat berikutnya aku melaluinya dengan kosong, mengejar penari ke sekitar tangga.

Teka-tekinya adalah apakah amnesia terepresi itu sungguh-sungguh terjadi padanya atau itu hanyalah sebuah fasad yang ia tampilkan untuk melindungi imagenya. Secara tidak langsung aku menemukan pola gengsi, pride, yang mendampingi jika jawabannya adalah yang kedua. Namun jika yang pertama yang terjadi maka paparan kehadiran ku yang cukup lama dapat memicu lepasnya amnesia terepresi. Suatu kondisi mengerikan dimana diri menolak adanya suatu konflik dan merasakan hubungan yang berkonflik sebagai "lancar dan baik-baik saja." Ini menciptakan keterlupaan akibat usaha yang sangat keras untuk melupakan sesuatu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle