Langsung ke konten utama

Amnesia Terepresi

Ini adalah kisah mengenai seseorang.

Menyadari proses penyadaran dan penyembuhan diri. Aku menghindari kontak dengan seseorang demi kebaikannya. Termasuk untuk tidak menyaksikan pertunjukannya.

Aku merasa sangat sakit sehingga aku lupa siapa kamu.
Kamu merasa sangat sakit sehingga kamu lupa siapa aku.
Aku atau kamu?

"Rhacks, Rhacks," begitulah panggilan "sayang-"nya untuk ku.

Bagaimana perilaku berikutnya yang ditampilkan?
Ketika menyaksikan pertunjukan Sinom semalam, ia berada di sisi sementara aku berada di tengah bersama para penari. Sesekali ia memperhatikan aku dengan ekspresi wajah mengerut, kedua tangan menyimpul tertutup. Sesekali berbicara pada seseorang di sekitarnya. Baru ketika bajidoran dimulai ia ikut masuk ke tengah.

Secara fenomenologis, aku menyadari bahwa ia melihat sesuatu dari ku dan ada suatu motif kecemburuan. Baik itu secara sadar maupun tidak sadar, aku mendapatkan adanya pain yang terbentuk. Hingga pada saat berikutnya aku melaluinya dengan kosong, mengejar penari ke sekitar tangga.

Teka-tekinya adalah apakah amnesia terepresi itu sungguh-sungguh terjadi padanya atau itu hanyalah sebuah fasad yang ia tampilkan untuk melindungi imagenya. Secara tidak langsung aku menemukan pola gengsi, pride, yang mendampingi jika jawabannya adalah yang kedua. Namun jika yang pertama yang terjadi maka paparan kehadiran ku yang cukup lama dapat memicu lepasnya amnesia terepresi. Suatu kondisi mengerikan dimana diri menolak adanya suatu konflik dan merasakan hubungan yang berkonflik sebagai "lancar dan baik-baik saja." Ini menciptakan keterlupaan akibat usaha yang sangat keras untuk melupakan sesuatu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…