Menyembuhkan

Hari ini seseorang mengalami puncak penerimaan
Ku dekati ia
Ku rasakan tangannya yang mengepal keras
Ku katakan rileks
Disertai jurus-jurus nafas pranayama
Aku yakinkan ia bahwa itu biasa terjadi ketika seseorang hendak menerima
Yang dulu tidak dapat diterima
...
Beberapa waktu berlalu
Ia berusaha menampar dirinya
"Kenapa?" Tanyaku
"Itu muncul kembali," katanya
Aku perhatikan, "itu wajar,
tontonlah seperti kamu menonton film."
Tangan dan kakinya sedikit tremor
...
Ia tertawa keras
Meledak sesaat beban terlepas
"Aku bodoh ya," katanya
Tegangan menurun
Sakit pun surut
Seperti fleeting sorrow
Akhirnya...
...
Seorang teman berhasil menghadapi krisisnya
Bercermin pada diri
Aku pun masih terluka
Namun tak ada yang lebih menyembuhkan daripada menyembuhkan yang lain

Kamis, 20 Oktober 2016
Pengempati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle