Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Tari itu Pemulih Jiwa

Pada kuliah psikoterapi kemarin, aku menyempatkan diri untuk melakukan demonstrasi terapi tari sebagai bagian dari segmen Seni Ekspresif/Expressive Art. Aku melepaskan sepatuku, membereskan panggung kelas, memasang speaker pada ponselku, menyalakan musik secara acak, dan akhirnya... menari. Aku melakukan terapi sesuai dengan yang biasanya aku lakukan, seperti instruksi Bang Iqbal dan Mbak Mata dari tim Body Movement Therapy. Pikiran terpusat, menuju tubuh, membiarkan tubuh menyampaikan perasaan yang paling dalam. Berbeda dengan eksplorasi estetis yang dilakukan oleh penari umumnya, eksplorasi yang dilakukan selama psikoterapi bertujuan untuk memahami proses kejiwaan yang diproyeksikan dari gerak dan tari. Memori beserta ingatan muncul perlahan-lahan selama menari, ditemani intensitas emosi yang mendampinginya. Isu yang terpendam dimunculkan untuk dipahami dan diobati. Aku menemukan tema dari gerakan yang aku alami, memahami dan merasakannya. Tubuh terasa sakit secara psikis, muncul ge…

Memento: Bandung International Arts Festival 2016 (biaf 2016)

PASKIBRA SAKABA SMA Muhammadiyah 4 Bandung Memberikan harapan bahwa anak-anak usia SMA mampu menciptakan karya secara mandiri
Karya: Jabal Khuluq
Dramaturg: Syahril Sidik, Andika WIraputra, dan Aji Nusa
Koreografer: Kaladian Raharja, Taufiq Hidayat, dan Umar Fasya

Percakapan Para Sufi 1: Fitnah

KR: Assalamualaikum, saya mau cerita. Pada suatu hari ada orang X yang menuduh Y atas suatu kejahatan. Lalu Y dihukum oleh X dengan alasan membuat malu dan kerugian. Ketika Y menanyakan pada X apa salahnya, X menolak menberitahu sehingga Y menjadi bertanya-tanya. Setelah peristiwa itu terjadi, Y mencoba melakukan tabayyun untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Akhirnya Y memahami sebab akibat mengapa X melakukan perbuatan tersebut. X dihasud oleh teman-temannya untuk menjauhi Y. Selama proses tersebut Y memahami segala kesalahan-kesalahan yang telah ia lakukan. Namun untuk tuduhan itu, Y mengetahui bahwa itu akibat hasud. Bagaimana yang sebaiknya Y lakukan?