Tari itu Pemulih Jiwa

Pada kuliah psikoterapi kemarin, aku menyempatkan diri untuk melakukan demonstrasi terapi tari sebagai bagian dari segmen Seni Ekspresif/Expressive Art. Aku melepaskan sepatuku, membereskan panggung kelas, memasang speaker pada ponselku, menyalakan musik secara acak, dan akhirnya... menari. Aku melakukan terapi sesuai dengan yang biasanya aku lakukan, seperti instruksi Bang Iqbal dan Mbak Mata dari tim Body Movement Therapy. Pikiran terpusat, menuju tubuh, membiarkan tubuh menyampaikan perasaan yang paling dalam. Berbeda dengan eksplorasi estetis yang dilakukan oleh penari umumnya, eksplorasi yang dilakukan selama psikoterapi bertujuan untuk memahami proses kejiwaan yang diproyeksikan dari gerak dan tari. Memori beserta ingatan muncul perlahan-lahan selama menari, ditemani intensitas emosi yang mendampinginya. Isu yang terpendam dimunculkan untuk dipahami dan diobati. Aku menemukan tema dari gerakan yang aku alami, memahami dan merasakannya. Tubuh terasa sakit secara psikis, muncul gejala. Aku berteriak, tubuh mencoba menceritakan apa yang terjadi padaku. Termasuk peristiwa ketika satu-satunya orang yang ku percaya mengkhianati aku, terpanggil begitu saja. Rupanya itu permasalahan yang ku pendam. Aku ikuti alurnya sehingga aku menemukan prosesnya. Eksplorasi diakhiri dengan refleksi menyeluruh. Aku sampaikan apa yang terjadi padaku, cara aku menghadapinya dan resolusi dari permasalahan itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle