Anima Encounter: Yamato Nadeshiko

Sumber

Proses individuasi ku mulai menunjukan munculnya sebuah arketipe yang nampak lebih jelas dalam visi dan mimpi, anima - sosok wanita ideal.
Yamato is a poetic way of referring to Japan, while Nadeshiko is a flower that grows in the Japanese highlands. Yamato Nadeshiko together can mean “Flower of Japan” in loose, lazy translation, but what it really refers to is the ideal woman, the epitome of feminine beauty and grace. Yes, as you may have heard already, Yamato Nadeshiko is the idealized Japanese woman that was established around the Meiji Restoration, meaning 19th century Japan. - https://almaelmacom.wordpress.com/2016/04/10/anime-cliches-32-yamato-nadeshiko/
Dalam suatu mimpi ia muncul sebagai seorang wanita yang memiliki suatu keyakinan dan mengikuti setiap yang aku perintahkan. Lalu apa yang terjadi berikutnya?

Aku berusaha menyelamatkan ia sekuat tenaga dan mati-matian. Berulang kali menghadapi peristiwa "nyaris mati". Dari dikejar-kejar oleh seorang psikopat hingga menemani aku dalam mencari seseorang yang ku cari, seseorang yang menjelma sosok shadow.

Sosok yang muncul dalam mimpi ku mirip dengan penjelasan...
The Yamato Nadeshiko appearance wise generally have long, black hair styled into a Hime cut (see picture above), but in anime the hair colour can also be shades of blue. They should be of medium height, pale-skinned, modestly endowed, beautiful but not unrealistic or lewd,  they also should have clear and calming voices. The Yamato Nadeshiko ideally dresses in adult, traditional fashion, preferably in a Kimono. - https://almaelmacom.wordpress.com/2016/04/10/anime-cliches-32-yamato-nadeshiko/
Ia memiliki rambut hitam panjang dengan potongan hime, setinggi aku, berkulit cerah, cukup cantik menurut ku, dan memiliki lingkar dada B/C. Dengan pakaian seperti Tifa.
Sumber
Dalam peristiwa lain, aku mendapatkan visi seorang wanita dengan pakaian jepang duduk di hadapan ku. Lalu ia berkata, "I will serve you". Aku mengangguk dan menerima ia beserta janji dan sumpahnya.
Sumber
Nampaknya aku jatuh cinta pada kewanitaan Jepang. I fell in love with Nipponese Womanhood as I wanna marry one as companion. Tetapi dengan hakikat dan kondisi ku, si wanita lah yang akan melamar ku.

Aku merasa takut dan serba salah menghadapi ia. Ia muncul setelah aku mendefinisikan kembali orientasi seksual ku. Aku yang menemukan diriku homoseksual, kini kehilangan ketertarikan pada laki-laki setelah mengetahui sumber utama dari kondisi tersebut - dendam pada Ayah ketika masa anak-anak. Idea Yamato Nadeshiko muncul ketika aku berusia 6 tahun. Aku heran, mengapa tidak sosok Dayang Sumbi, Dyah Pitaloka, atau Dewi Siti Samboja yang muncul untuk "menggoda" ku dalam proses Individuasi ini.

Apakah akan ada orang Jepang yang melamar ku?
Entahlah.

"Sensei, I need a name," aku memohon pada sensei di Dojo yang tidak akan ku sebutkan namanya.
Menghadapi anima adalah situasi yang cukup berbahaya karena ia merepresentasikan segala hal yang tidak aku ketahui. Berbeda dengan shadow yang merepresentasikan segala aspek yang aku represi ke dalam jiwa, anima mewakili sisi master dari sisi murid shadow. Ia memiliki idealisasi yang aku tidak ketahui. Wanita dan rahim.

Peristiwa ini menjadi dasar utama setelah dua karya Kesadaran Wanita rampung dipentaskan. Aku mulai untuk mengonstruksi posisi gender dan seks, bersamaan dengan perjalanan pemahaman dari kuliah Psikologi Gender pada semester ini juga paradoks pemahaman disertai krisis kegilaan memunculkan imaji tentang ia lebih sering.

Wahai Yamato Nadeshiko, aku hanyalah seorang Samurai miskin yang tidak punya apa-apa. Kelemahan diri ini hanya membuat aku semakin tidak berdaya. Yang aku miliki hanyalah spirit neo-bushido. Aku akan menaklukkan kamu.

Kembang lirih, kecantikan menuju jua dalam suaka. Penantian setia aku lancarkan. Hingga dalam menembus sukma. Cinta yang dalam, untuk mu aku menerima cinta mu yang mengalir di sungai. Tak henti kecuali kekeringan melanda. Menerobos sungai, ku sebrangi jalan yang kau berikan. Dan begitu, kau setia mendampingi aku. Bersabar, seorang samurai wanita, Yamato Nadeshiko. Aku menjawab lirih, "kecantikan wanita Nippon yang tiada tara." Perlahan aku hanyut dalam pesona mu - dianthus superbus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle