#REFLEKSI Coldplay - Fix You



Melepaskan kamu dalam belenggu harapan bahwa aku dapat memperbaiki kamu. Bukan nyatanya yang sebenarnya aku lakukan. Mungkin itu tidak sesuai, dari situ aku mengingat kembali ketakutan ku yang mengganggu. Aku bercerita mengenai ia, sekali lagi. Dalam keputusasaan karena aku takut kehilangan ia. Ia justru meninggal, meninggalkan aku. Layaknya seperti menghadapi kematian dari orang yang sungguh-sungguh disayangi. Itu terjadi ketika berbulan-bulan lalu. Agustus 2016 - Desember 2016. Apalagi yang ku cari setelah ku tahu bahwa ia tidak akan pernah ada lagi untuk hidupku. "Tolong sembunyikan aku. Aku merasa tak pantas untuk hidup." Apalagi yang aku cari, apalagi, apalagi. Sudah cukupkah kamu mengejar terus menerus, kelelahan tanpa jawaban yang pasti dari dirinya sendiri. Bahkan seketika tubuh ini memanggil kenangan ketubuhan: sakit kepala, kedinginan, demam, dan panas. Dingin dan panas menyelimuti tubuh ku. Ini merusak, hentikan. Bagaimana dengan memperbaiki ia? Aku malah berakhir membuat jiwa dan tubuh ku sakit. Ketika aku tanyakan, "sebenarnya apa ini yang aku mau?" Tubuh ku menjawab, "karena ini lah yang ia alami." Apa sungguh ketika tubuh ku berbicara itu benar-benar terjadi? Lalu bagaimana aku mengumpulkan kembali harapan ku yang semakin pudar setelah mengetahui kebenaran mengenai dirimu?
Aku mencoba memperbaiki kamu karena kamu memperbaiki aku. Yang sebelumnya telah terjadi, itu terjadi karena kita tidak tahu mengenai kebenaran yang terjadi di masing-masing kita. Ketika kau menyalahkan aku atas ketidaktahuan aku dan kamu, juga ketika kau menarik ulur diriku berulang-ulang. Aku tahu kamu membutuhkan aku. Aku merasakan itu, aku mengalami itu.

Sebenarnya apa yang kamu mau? Aku sudah sangat lelah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Diri Mulai Meracau

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

Revenge Puzzle