Langsung ke konten utama

Fragmen Penyadaran 2

Aku melihatnya lagi... Apa yang terjadi?
Untuk mewujudkan mimpi yang dibuat bersama adalah Delusi. Itu adalah salah satu jawabannya.
Misterinya adalah, apa yang ia maksud dengan itu? Memang apakah harus terus menerus menghadapi hal seperti ini? Aku masih merasakan tidak adil. Seketika aku menghentikan seluruh pekerjaan ku. Aku ingin pergi. Biarkan diriku pergi.
Sampaikan padanya bahwa aku sangat mempedulikan dirinya. Dengan melakukan hal seperti ini, ini menunjukan bahwa aku masih peduli kepadanya. Meskipun ini tidak adil, karena aku lah yang merasa paling menderita atas tindakan yang ia lakukan pada. Juga atas apa yang terjadi padaku. Aku masih belum bisa menerimanya. Aku masih menjalani hari dengan menghadapi belenggu dirinya. Aku masih mempunyai mimpi-mimpi bersamanya. Sekali lagi, katakan padaku apakah pentingnya dirinya untuk menempuh jalan dan situasi baru ini. Aku menemukan sesuatu yang selama ini menghambat aku. Aku menemukan sihir, lalu apa? Aku menemukan bahwa ia melakukan sesuatu yang lebih baik bagi dirinya sendiri. Ada apa?
Aku masih selalu mengharapkan balasan yang akan ia alami. Tolong, jangan sampai itu terjadi. Kenapa? Kenapa masih belum bisa?
Katakan padaku kenapa itu tampak tidak adil bagiku. Aku masih ingin berjuang untuk apapun yang kupegang. Aku melepaskan banyak hal. Untuk apalagi? untuk merasa hancur kembali. Kebenaran apa yang selama ini kamu inginkan? Katakan pada ku??

Untold Temptation

Aku menyampaikan semua hal yang tidak tersampaikan...
Sebenarnya apa yang kamu maksud dengan malu? Malu untuk apa? Sudah cukupkah kau menghabisi diriku dengan cara seperti ini? Untuk apa kamu terus melakukan itu berulang-ulang. Sekali lagi? Apa yang kamu maksud? Kamu tahu kondisi ku seperti ini. Kenapa kamu tidak mau menerimanya?! Terlebih jika memang yang aku lakukan salah. mengertilah, butuh waktu untuk membuat ku menyadari hal ini. Aku terus menyesal berulang-ulang. Terlebih ia berbohong banyak hal padaku, aku merasa dibohongi...
Perasaan penolakan, mengakar, berulang-ulang mewujud dalam penyesalan tak berujung. Adalah suatu bentuk yang hakikatnya adalah penderitaan. Penderitaan yang terbentuk sendiri oleh pikiran ku sendiri. Aku mengeluhkan hal luar yang merupakan proyeksi dari diriku sendiri. Proyeksi shadow berulang-ulang mewujudkan kenangan-kenangan mengenai dirinya. Aku mencintai kenangan ini, merasakan, dan tidak mau melepas itu semua.

Itu menghambat semua proses kejiwaan, itu menahan aku untuk memikirkan kenangan itu.

Untuk sekarang, hanya ada hikmah dan penyesalan.

Untuk apa aku mengalami penderitaan ini? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…