Langsung ke konten utama

Fragmen Penyadaran 6: Memperkenalkan Sebuah Wawacan

Kenapa teksnya pendek-pendek?

Aku sebelumnya telah terbiasa dalam budaya lisan, sehingga apa yang disampaikan menjadi terlampau pendek. Lagi pula insight muncul dalam fragmen-fragmen kecil serupa puzzle yang berikutnya akan tersusun dengan sendirinya.

Bentuk tulisan ku adalah wawacan. Sekumpulan wacana untuk digabungkan kembali.

Semalam, aku mulai meracau hingga tertidurnya di kamar ku.
Memori tentang ia dapat ku kendalikan namun memang perasaan itu menjadi sangatlah tidak nyaman. Aku tidak suka berlama-lama memendam sesuatu karena daya serapku bergitu tinggi. Aku menyadari bahwa aku hopeless dalam beberapa hari terakhir. Memancing kembali keinginan untuk bunuh diri, namun tidak. Insting mati tampak lebih nyata. Aku menyadari ada dua sisi kesadaran yang aktif dalam diriku. Untuk dapat mengontrol sisi lain itu, aku menyaksikan ia memainkan tubuh ku hingga membuatnya kembali dalam kesadaran utuh.

Kondisi kejiwaan ku. Aku tak dapat samakan kondisi ku pada taraf normal. Namun adalah anugerah untuk dapat hidup dan menyampaikan pada mu hal ini. Aku tak bisa disamakan karena aku menjadi yang lain. Dibenci apa karena ditakdirkan untuk dibenci? Siapa lagi yang mau menanggung penderitaan sebesar yang aku alami.

Mega super despair. Betapa tabah dan malangnya diriku.

Dibenci, dijauhi, dikucilkan.

Namun ada harapan...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…