Langsung ke konten utama

#REFLEKSI Clean Bandit & The BBC Philharmonic - 'Extraordinary'


Luar biasa apa yang telah kamu lakukan sejauh ini. Menghadapi kegilaan dan masih bertarung dengan bayangan-bayangan dan kenangan dirinya. Siapa yang mau peristiwa dan kondisi menyedihkan ini?
Aku berjuang sejauh ini. Lalu aku terasingkan masih terjebak dalam kegelapan. Mempertanyakan bagaimana dan untuk apa aku hidup. Sekali lagi aku melawan itu. Sekali lagi, kenapa ini harus terjadi pada ku? Kenapa aku harus menanggung semua beban ini. Aku sudah lelah menderita, aku tak ingin menderita.
Tak apa, kamu baik-baik saja.
Apa yang kamu maksud? Aku takut, aku tak mau menjadi seperti ini terus. Aku takut akan diriku sendiri!!
Bayangkan waktu itu.... dimensi ini. Kamu mendapatkan makna yang tidak didapatkan oleh orang lain.
Untuk merasakan ketidakadilan itu?
Untuk mengetahui segala kebenaran yang terlambat bagiku?
Kamu melihatnya dengan jelas, tenanglah...
Aku melihat itu, sebenarnya, aku merasa menjadi orang yang beruntung.
Luar biasa yang telah kau lakukan.
Kamu memuji perjuangan ku?
Lebih tepatnya melambaikan tantangan baru yang akan kau hadapi berikutnya
Tetap, aku masih merasa tidak aman dan kekesalan yang terus muncul mengenai dirinya... Aku cemburu.
Itu tak apa...
Aku telah melakukan sesuatu yang nyata.
Kamu berhasil menemukan kebenaran
Lalu bagaimana berikutnya? Apa aku akan sampai pada kesimpulan?
Tidak secepat itu...
Aku rasa aku perlu melihat itu, peristiwa-peristiwa yang akan datang.
 
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN AKHIR KARYA KESADARAN WANITA ALPHA VULKANO VULVA

(Kesadaran Wanita Alpha:) Vulkano Vulva (3/8)Sinopsis:Berdasarkan karya seorang perempuan, Ratna Ayu Budhiarti
"Matilah Kau di Dadaku" dan "Perempuan Baja"
dalam gejolak magma
Kesadaran perempuan dalam mimpi terkuat
karena berbagai tekanan keadaan
lucu
anak-anak
polos
seadanya
Credits (Kesadaran Wanita Alpha) Vulkano Vulva
Director
Yudi Gentong
Koreografer Kaladian Raharja
Komposer Deden
Performer: Teater Samak
SAMAK2

Selma Jasmine
Adelia Oktaviani
Widiantu Sri Anjani
Aulia Putri Alkamisi
Sulis
Faisal Muflih
Muhammad Fadhila Anhar
M Abdul Agisna Safei
Bayu Hermawan
Naufal Rasyid Shidqy
SAMAK7
Lina Marlyana
Dila Fauziah
Neneng Henti Sugiarti
Risna Abdul Fatah
Fitri Nurhasanah
Aisri Ratna Dewi
Pemusik
Deden
Ijal
Stage Manager
Acep Bari'7
Nada Adan'2
Kru
Dinda
Ginar
Rifaldi
Puri
Ncep Wildan
- dedikasi untuk perempuan, Li Arofu -
"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku..."

MASIGIT: WANGUNAN MULIH KA GUSTI TINA PUSEUR JAGAD NAGRI

Minggu, 26 Juni 2016
PASHEMAN Paskibra SMK Negeri 2 Garut bersama teman-teman penari dari komunitas teater tari Garut mementaskan sebuah pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Masigit: Wangunan Mulih Ka Gusti Tina Puseur Jagad Nagri" di acara Sa'alam Ramadhan XVI yang diselenggarakan oleh HISDRAGA (Himpunan Sastrawan Dramawan Garut). Aku ikut serta sebagai koreografer sekaligus direktor kelompok ini. Mencari, berusaha, dan berupaya untuk memahami Kota Garut dari bangunannya, Masjid Agung Garut.

[Video pertunjukan belum diunggah]


Mengenai Hero

K: Pernah nemu literatur yang bahas ini? Aku lagi di tahap 3.
http://www.thewritersjourney.com/hero's_journey.htm

F: Baru sekarang, tapi menurutku kau sudah di tahap 4 atau 5, kalau merecall kembali semua yg kau ceritakan. Menurutku di tahap itulah orang menjadi 'yang lain', bahkan mulai teralienasi

K: Kau mungkin benar. Nampaknya aku masih melaluinya perlahan-lahan.
Setelah ku renungkan, ternyata aku sudah di tahap 6

F: Kira" apakah hero ini punya semacam job mirip ff? Dan test  di tahap 6 berkaitan dengan job? "You either die as hero, or live  long enough to  see yourself become villain" -Harvey Dent, the Dark Knight, menurutmu apakah dalam hero journey ini sang hero bisa misguide, dan mengapa? 

K: Bisa jadi ada semacam sistem job yang termasuk di dalamnya. Yang mengubah job awal seseorang menjadi job transenden.
Jika dikaitkan dengan ku, aku merasakan krisis eksistensial sebagai penari. Setelah pertunjukan masigit, aku menyadari bahwa aku mampu me…