Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Pejuang Tari itu Siapa?

Ketika pak MIF Baihaqi menjelaskan Psikiatri berbalut analogi ringan renyah kita lahap, percakapan berlanjut di sini."Atasannya dia (menunjuk pada saya) toh itu Sardono W Kusumo, dia itu Pendekar Tari. Sementara saya, atasannya saya ada WS Rendra. Lah jelas beda lah. Dia (saya) tari, saya Teater. Saya ingat ketika Pak Ariez..."Sardono W Kusumo
Pendekar Tari"... ketika perbedaan terjadi muncul emosi..."Kuliah berlanjut.Waktu seakan jadi slow motion. Perhatian saya terbagi menjadi dua dunia. Dunia satu, dunia realitas aku mengikuti kuliah Psikiatri.Dunia dua, dunia imajinasi akibat pemicu Pak MIF: Sardono W Kusumo.Tak ku sangka beliau akan menyebutkan itu pada ku. Jika berbagai tokoh tari yang ku lalui berlalu: Uda, Melanie, Jens, Eko Pece, Gita, Cak Ayu, Sherli, Davit, Andara, Agung, Dhanang, Desi...Kenapa saya langsung sadar pada pernyataan Pak MIF?
Itu karena saya biasanya menemukan sesuatu yang sangat berharga dari beliau baik secara langsung maupun tidak langsung…

Konsekuensi Moral

Aku menunduk. Tubuhku berat. Momen kebenaran hadir malam ini. Aku tak tahu lagi apa yang akan ku katakan berikutnya. Aku telah menyampaikan perlakuan-perlakuan orang lain yang tidak adil kepadaku. Setelah 10 tahun bungkam, setelah harapan hidup nyaris hilang.Ada konsekuensi moral dari menyampaikan kebenaran. Seseorang itu tidak mampu menanggung itu. Ternyata memang mendengarkan adalah tabu bagi sebagian orang."Bahkan ibu tak yakin bahwa ia mampu menerima kenyataan. Menghadapi itu memunculkan perasaan tidak berharga. Apa yang terjadi jika ia merasa tidak berguna, tidak jadi apa-apanya untukmu?"Perasaan malu yang muncul dari dalam dirinya ku rasa menjulang besar membentuk planet baru. Ia mengisolasi dirinya dari planet baru itu. Planet mengawasi dirinya seakan ia adalah orang yang paling memalukan. Karena apa? Karena ia menyadari bahwa ia telah melakukan kesalahan.Aku terima diriku sendiri bahwa apa yang aku lakukan adalah di luar kesadaran ku. Lalu bagaimana dengan ia?Ia deng…

Keluar dari Pertapaan

"Sedikit lagi!" Teriak El-Khansa sambil menarik lengan ku."Aku terlalu lelah, tolong hentikan perjalanan ini," jawab ku."Aah..." El-Khansa menjawab.Jarak tempuh tinggal 10 km dari sini. Sudah berjalan selama 3 hari berturut-turut. Mestinya ia ingat kondisi ku yang baru saja keluar dari pertapaan ku."Kita istirahat di sini!" Sinatra menegaskan."Yoosh! Siap!" El-Khansa menjawab.Menutup mantel, terang bulan menerangi perkemahan kecil. Kita berhenti di sebuah bekas perkemahan."Kita gunakan kembali bahan-bahan perkemahan ini," kata ku.Aku menoleh pada El-Khansa. El-Khansa sibuk membangun kembali tenda. Sementara Sinatra mencari kayu bakar.Ku perhatikan kelompok ku terdiri dari aku, El-Khansa, dan Sinatra. Masing-masing adalah Elder, Cleric, dan Holy Warrior. Elder? Menggelikan!"Aku deklarasikan bahwa aku adalah seorang Heretic," aku umumkan.Batu sigil, menggandakan diri, semua serba sihir kuno yang dilarang dipraktikan. …

Keep Learning!

"You never take learning opportunities for granted. you bask yourself in it, you take a note, you evaluate, and you take what's good for you."

Mencerap Realitas Lain

Gambar
Mengutip PercakapanAku cuma ingat kalau di book 4 ada berbagai karakter dengan storyline masing", kita bisa memulai dan mengakhirinya dengan karakter manapun, tapi ada konsekuensinya, kalau diestafetkan dengan benar berdasarkan timeline event, maka ceritanya masuk akal dan terjelaskan kembali di book 5. Tapi bila asal"an, hasilnya nonsense, dan di book ada karakter yg tidak dimunculkan karena berpotensi membuat paradoks. Ending untuk masing"nya secara konkrit aku sudah lupa bagaimanaSemacam menunjukan orang-orang yang sadar dan otentik. Masing2 dari mereka menemukan tujuan hidup mereka.Itu juga mengapa aku bilang temanya tidak jelas, urutannya kacau: tampak post apocalyptic, dystopia, medieval, futuristik, dan lain-lain. Keseharian mereka berbeda, tapi berbagi kegelisahan yang sama, mengada-dalam-duniaLalu yang jadi pertanyaan ku adalah kenapa alur waktu yang ini yang bertahan dan berjalan masuk akal?
Barangkali di antara orang" itu ada seorang puppetmaster, tapi i…