Ketika Diri Mulai Meracau

Ketika diri mulai meracau, aku menemukan krisis mulai naik perlahan-lahan menuju permukaan. Konten masalah terepresi mulai terdekripsi, menjadi potongan-potongan kata-kata. Itu bermula dari kenangan.

Baru saja krisis tentang si kampret muncul lagi. Ia berkata bahwa ia mementingkan penilaian lingkungan sementara ia sendiri gamang atas penilaian dirinya sendiri. Ia melakukan itu untuk melindungi dirinya sendiri. Sementara secara hakikatnya ia tahu bahwa apa yang ia lakukan adalah salah. Menjunjung tinggi adat tanpa reality testing adalah skizofrenia kultural. Delusi mendasar yang menginfeksi masyarakat kolot itu.

"What you did is remarkable. It's good!" Komentar sutradara film dari Australia.

"Thank you. At first, I can't believe what I've done this far," jawabku.

Mengenai siapa yang benar dan yang salah. Ketika krisis di hadapi, saya bersiap untuk mengetahui kebenarannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Grieving - Nelangsa

Aku Hanyalah Seorang Pecundang