Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Breakdown Pertanda Peristiwa

"Aku malu punya teman kayak kamu!!"Teriakan itu memecah batu es dingin. Ia yang diam seribu bahasa melenyapkan hadirku.Yang selama ini aku lakukan, aku perjuangkan, ternyata, sia-sia...Aku menyadari kondisi ia,
"Biarkan ia mati," kata téh Mira memecahkan kebingungan.Kini aku menatap kembali peristiwa itu. Aku berdiri di hadapannya. Waktu berhenti, pandangan hitam putih, matilah ia. Aku menyaksikan kembali, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.Pertanda 1: Ia tidak mau bicara sama sekaliMenahan diri, merepresikan sesuatu. Marah terbendung sangat besar. Aku ingat bahwa orang Jawa cenderung berdiam diri dan menahan diri ketika marah. Marah muncul akibat keinginan yang tak tercapai. Artinya ada keinginan ia yang tidak terpenuhi. Dia memiliki ekspektasi yang ia arahkan kepada ku dan karena itu menurutnya tidak terpenuhi maka reaksi marah muncul.Tidak bicara juga dilakukan oleh ia untuk mengambil kontrol. Fungsinya adalah meng-undermine kepercayaan diriku, membuat kep…

Pelukan

#ngutipceritaorang
Sekali lagi ketika sore sebelum aku pentas pada malam hari itu, kamu memeluk aku sangat erat. Padahal aku sekedar bilang "terima kasih telah membawaku ke sini". Pelukan mu begitu erat sehingga kru dan orang-orang di sekitar kita memperhatikan. Lalu kau lepaskan pelukan itu perlahan sambil menepuk keras pundak ku. Setelah peristiwa itu, aku memikirkan apa maksud dari pelukan itu. Kenapa aku bisa segembira itu?

PSIKODRAMA - KITA SUDAH MENGHADAPI KETAKUTAN TERBESAR

(Cerita sebelumnya terhapus karena aplikasi eror)
Satriya: Aku merasa sangat bersalah telah menyakiti kamu.
Rhaka: Tak apa, sudah suratan takdirnya. Aku tahu bahwa kamu melakukan itu karena kamu takut.
Satriya: Jadi yang kamu maksud itu menghadapi rasa takut itu apa? Sementara kau tahu waktu itu aku sedang takut.
Rhaka: Kau berhasil menghilangkan aku... Aku ingat ketika kau memeluk aku sebelum pementasan drama kelas mu. Kamu bilang, aku takut kehilangan kamu. Dan kau meninggalkan aku, dan kehilangan aku. Aku pikir itu sangat baik buat kamu. Kamu jadi lebih kuat daripada sebelumnya. (Jantung berdetak, lalu suasana tampak menjadi aneh)
Satriya: (mata berkaca-kaca) brother! I don't mean to do that to you!
Rhaka: Reputasi dan budaya mu lebih penting kan? Junjunglah tinggi-tinggi, buat dirimu bangga. Aku sekedar mantan teman mu yang gila.
Satriya: (memukulkan kepala ke tembok)
Rhaka: (menarik tangan Satriya) Sebaiknya kamu tak usah lakukan itu, brother.
Satriya: Aku hanya orang bodoh y…

Monster Keinginan

Aku ingin mementaskan Mekanikal Silek!Keinginan sebesar megalomania menggerogoti jiwaku. Aku sadar bahwa ada pekerjaan kuliah yang harus segera ku selesaikan. Aku beristirahat sejenak. Sebagian tubuh dan jiwa ku lumpuh karena mereka ingin berlatih. Ada pola tidak sadar terjadi. Muncul bersamaan kenangan dan keinginan bahwa aku akan melebihi prestasi si kampret. Beberapa hari pasca gagal ikut SDC 2016. Aku merasa sangat kecewa pada diriku sendiri, aku menyalahkan diriku sendiri. Tumpang tindih dengan keinginan untuk pentas dan berlatih. Si kampret kini berwujud monster layaknya diriku sebagai Chris Redfield menghadapi Wesker yang bermutasi.Ia menguasai rumah pikiran ku. Dan aku terusir dari rumahku sendiri...Kenapa ini bisa terjadi padaku?Kebencian telah membuatku berlatih sekeras ini.Kau akan mendapatkan balasannya!Ucapan yang sama masih terulang. Kenangan Basmut Rheinz kembali muncul. Aku kebingungan dan hanyut kembali pada perasaan waktu itu. Aku alihkan dan arahkan perasaan itu pad…

Confessions

ONE
I realized that I projected bad things to other people. Each time it happens, I learn better about my conditions; my fear, my ambition, myself. I thought that it is useful. I know it could hurt other people too. But I think it is OK as long as I realize it and forgive myself for doing that. As I convinced that bad things was coming from myself. I just reflected my condition.TWO
I thrown to Garut to take care a school theater community namely Teater Samak2 Garut. I also planned to build Arteworko Foundation for dance psychoanalysis and stunts center. I make it just to foster my dream and Naufal's dream. I am taking care of them as I fulfil my unfulfilled wishes. At school time I was hoping there will be someone who facilitate and guide me in arts. Frankly, I ended up becoming that kind of person.If I didn't meet Naufal, I would likely to focus on my study in Psychology. Desperately, repressing my wishes as performer, don't know what to do. I am feeling grateful for havi…