Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Rekoleksi Memori di Lapangan Kerkop

Setelah ku berjalan dua jam dari rumah ke lapangan Kerkop, terjadi sesuatu pada diriku. Kepala ku sakit selama di perjalanan dan ingatan ku berputar pada perasaan-perasaan masa lalu yang tertinggal. Aku putuskan untuk fokus pada apa yang ku kerjakan meskipun pikiran dan perasaan itu terus bermunculan.Setibanya di kerkop, aku berjalan-jalan di sana dan mengamati sekitar. Sakit kepala masih saja terasa dan aku masih saja berfokus dengan berjalan-jalan. Aku mengingat kenangan SD ketika aku mendekati lapangan voli pantai.Aku sadar bahwa kenangan-kenangan ku ketika SD terblokir sebelumnya.Cari tahu...

Against for nothing

Sekali lagi, keinginan seksual sebaiknya diarahkan pada hal-hal kreatif. Mengikuti keinginan itu malahan membuat ku kewalahan, untuk saat ini. Fantasi seksual bermunculan dan ketika selesai diikuti, hasrat itu hilang dan tidak merasakan apa-apa lagi. Sungguh momen yang sangat kampret dan sudah berulang kali ini terjadi. Lebih baik, karena aku sudah mampu menahannya selama sebulan lebih. Pelajari terus pola perilaku itu sehingga diri dapat jadi lebih baik lagi.

Terus berkarya

[10/6 23.00] Sani ISBI: Sabar,  terkadang harga itu nengikuti
[10/6 23.00] Sani ISBI: Mengikuti
[10/6 23.02] Sani ISBI: Terus asah kemampuan di dance /tarinya, suatu saat nanti orang akan menghargai perjuanganmu dengan bayaran yang pantas dari hasil usahamu

Balada Penyendiri

Catatan Mimpi
Aku berkenalan dengan seorang laki-laki dan mengajaknya untuk melakukan hubungan intim. Aku melakukan itu dengan ia. Aku merasa enak melakukan itu sehingga aku terbangun dari tidur ku. Hubungan itu belum selesai.Terbangun hingga aku menyadari betapa sendirinya diriku. Dengan mimpi yang membuat aku bertanya-tanya dan kebingungan. Aku memperhatikan sekitar, terdiam selama 30 menit lamanya.Tidak ada yang menghubungi aku selama 8 jam terakhir. Komunikasi yang dilakukan hanya untuk bisnis dan keperluan. Pola asuh orang tua ku membuat aku terbiasa melakukan ini. Aku sendiri benci terperangkap dalam pola ini dan masih belajar untuk lepas dari pola ini. Aku juga menyadari ketidakamanan diriku adalah perasaan sebagai akibat dari apa yang dilakukan orang tua kepada ku.Kebebasan yang terenggut. Jadi awalnya diri sendiri yang diperlakukan seperti itu, akhirnya diri sendiri percaya bahwa diri adalah orang yang terkurung. Bahkan hingga saat aku menulis postingan ini.Jadi kesendirian i…