tiqUNlKhA9rYA6EcjzIC9JgyYepNTgUokUaq6D7G
Terjemahan

dari mimpi danau toba

Dalam mimpiku semalam, aku mengunjungi sebuah gedung pendidikan untuk mengambil laporan ijazah ku. Kemudian orang-orang yang datang bersamaku membasahi jarinya sendiri di tinta, mencari, mengambil ijazahnya sendiri, kemudian mencap jari ijazah. Aku ikut membasahi jari dengan tinta. Aku mencari ijazahku. Aku temukan ijazahku dengan gambaran dan lukisan tangan sebuah danau. Di situ tertera “M Rakha Katresna” dan ada teks semacam… “kontribusi bagi pemberdayaan di Danau Toba”.

Ini adalah catatan refleksi dan mimpi Kalaupadi.


Aku bingung, apa maksud dari itu ya. Padahal aku belum pernah ke Danau Toba. Kemudian aku perhatikan sekitar kalau aku berada di daerah yang dipenuhi hutan. Tempatnya sejuk dan asri. Sekelebat, aku pikir aku berada di Garut. Aku diantar ke tempat itu oleh seorang tukang ojek. Aku pun baru melihat diriku, aku menggunakan seragam SMP. Aku ingat juga kalau teman-teman yang ku lihat ketika ambil ijazah adalah teman-teman SMP.

Buat ku pribadi, ini berhubungan dengan pengalaman diwisuda pada pekan lalu. Rasanya berlalu begitu saja dan perayaan nya sederhana. Aku berharap ada yang mengirimkan aku hadiah, tetapi tidak ada. Namun, aku dapat banyak sekali ucapan selamat di Facebook.

Aku merasakan rindu alam dan ingin melakukan perjalanan ke alam. Namun karena terbatas ongkos, aku gak bisa. Aku sekarang masih mencari pekerjaan sampingan. Menulis untuk karyakarsa.com/kalaupadi saat ini belum ada hasilnya karena mungkin aku belum punya branding yang cukup baik. Aku menikmati proses ini dengan terus menulis dan menarik lebih banyak pembaca dan pendukung ke halaman karyakarsa.com/kalaupadi.

Aku pun berencana akan membuat konten baru membaca puisi pada hari ini di YouTube. Menyelesaikan membaca buku puisi “Dada yang Terbelah” karya Ratna Ayu Budhiarti. Dengan segala kemelut rindu yang ada di dalamnya. 

Mimpi yang aku alami semalam, memberikan kesan ekspresi yang mendalam. Aku merasakan pada diriku, bahwa ada banyak ekspresi terpendam yang akhirnya keluar dengan mimpi tersebut. Kemudian itu menyisakan pesan-pesan terselubung mengenai diriku sendiri. Dengan keterbatasan keterampilan penafsiran ku yang apa adanya. Yang aku maknai adalah mimpi tersebut mengingatkan aku tentang momen wisuda yang sebenarnya kurang aku nikmati. Aku merasa kembali seperti anak SMP dan mengobati masa-masa itu. Aku sadar bahwa selama ini aku merasa masa muda ku direnggut oleh pengalaman traumatik dan depresi mendalam selama bertahun-tahun. Aku, pada saat SMP, yakin kalau ini akan segera berakhir. Segera, yang ternyata butuh waktu sampai usia 25 tahun untuk menyadari luka-luka itu dan menyembuhkannya.

Aku awal berpikir kalau aku akan segera keluar dari “pertapaan”ku setelah lulus. Namun kenyataannya adalah aku perlu membangun ekonomi ku sendiri. Aku bertujuan untuk bisa mandiri, berpisah dari pengasuh, dan mulai mengaktualisasikan diri secara penuh. Untuk bangkit secara ekonomi, yang dilakukan disesuaikan dengan kapasitas mentalku saat ini. Aku masih menyembuhkan trauma dan juga berusaha bekerja optimal akibat kerusakan mental yang diakibatkan trauma.

Seperti yang dibagikan belakangan ini, belajar pengampunan awalnya dilalui dengan penuh derita. Itu karena aku tidak diajarkan mengampuni orang dengan baik oleh pengasuh ku. Karenanya, aku belajar untuk diriku sendiri. Karena pola yang ku pelajari sebelumnya dari pengasuhku membuat aku kesusahan dalam hidupku. 

Aku merayakan setiap kemajuan yang ku alami.

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar
Populer