tiqUNlKhA9rYA6EcjzIC9JgyYepNTgUokUaq6D7G
Terjemahan

Angan yang Berpijak dan Berkelanjutan | Ulasan Pembaca tentang Buku Protopia Philosophia oleh Reza A.A. Wattimena

Pada Senin (3 Oktober 2022), saya mengunjungi Perpustakaan Provinsi Jawa Barat untuk mengembalikan buku yang saya pinjam. Saya mengembalikan tiga buku, salah satunya adalah buku "Kukuruyuuuuk!" yang sudah dibacakan di Kala Cumarita episode 2. Saya pun memperpanjang satu buku berjudul "Cegah Bullying" oleh Dewi Cendika yang akan dibacakan di Kala Cumarita Episode 3.

Saya melihat ke jendela perpustakaan. Cuacanya hujan. Saya memutuskan untuk mengambil waktu sebentar menikmati koleksi buku perpustakaan. Saya berjalan menuju loker, mengambil tas pengunjung, menyimpan barang bawaan ke loker, dan berjalan naik ke lantai 2. Di lantai 2, saya memasuki ruangan perpustakaan dewasa 1.

Saya tahu bahwa di blog ini saya suka berbagi renungan. Saya berpikir bagaimana jika saya mulai kembali membaca buku filsafat. Saya mencari buku filsafat yang sesuai dengan apa yang biasa saya lakukan, renungan keseharian. Sesuatu yang dibaca ringan dalam porsi sehari-hari dan cukup mendalam memaknai peristiwa. Saya merasa sudah cukup untuk membaca teori-teori besar. Saya mencari teori yang muncul dari pengalaman hidup. Itu sederhana dan menguatkan keterampilan berpikir diri sendiri.

Saya menemukan buku Protopia Philosophia karya Reza A. A. Wattimena.

membaca buku Protopia Philosophia oleh Reza A.A. Wattimena di Perpustakaan Provinsi Jawa Barat (dokumentasi pribadi)

Tidak terasa waktu membaca satu jam habis. Sudah seratus lebih halaman selesai saya lahap. Ini adalah buku yang bagus . Saya pinjam dari perpustakaan dan melanjutkan membacanya di rumah.

Renungan Pasca Membaca

Saya menyaksikan dari buku ini bagaimana pengalaman dalam kehidupan sehari-hari memacu kreativitas berpikir. Saya merasa terdorong dan diberdayakan dengan tulisan Reza A.A. Wattimena. Itu karena gaya menulisnya ada kesamaan dengan yang selama ini saya kerjakan di blog ini.

Sejak awal saya menulis, saya mengupayakan bagaimana perhatian dan pengalaman sehari-hari saya dapat berkontribusi untuk lingkungan sekitar. Saya menemukan wawasan baru setiap hari. Rasanya sayang sekali jika tidak dibagikan kepada orang banyak.

Kadang-kadang saya merasa apa wawasan yang saya bagikan perlu disederhanakan lagi untuk orang-orang yang saya kira awam. Namun ternyata, ada lho orang yang bisa memahami apa yang saya tuliskan. Saya ternyata punya ketakutan pribadi bahwa orang tidak akan mengerti tentang apa yang saya tuliskan (yang saya sadari bahwa ini adalah respons trauma akibat tidak didengarkan saat menjadi korban perundungan budaya kekerasan di sekolah).

Kepercayaan diri ini memupuk sepanjang saya membaca buku. Saya pun senang bahwa ada orang dengan identitas beridentitas privilese (cis laki-laki heteroseksual) yang berpikiran inklusif, yang meluangkan waktunya dan berhasil menemukan adanya penindasan dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas agama, gender seksualitas, etnis, dan lainnya. Tidak hanya di situ, renungan yang saya baca dari buku Protopia Philosophia bahkan merumuskan pandangan tentang dunia yang lebih baik. Sesuai namanya Protopia, angan-angan yang bagi saya berpijak dan mewujudkan dunia yang hidup berkelanjutan.

Saya teringat sebuah lagu berjudul Tsubame oleh Yoasobi yang diterjemahkan menjadi Bahasa Indonesia oleh Yuyu. Pemikiran Protopia yang diajukan oleh Reza beresonansi dengan pesan yang disampaikan oleh lagu tersebut. Saya masih terngiang-ngiang soal lagu itu dan merencanakan untuk menjadikannya bahan bercerita di Kala Cumarita Episode 6. Karena yang dibahas adalah lagu, maka saya akan membacakan lirik dan makna pribadi dari lagu Tsubame, burung layang-layang. Saya pun terpikirkan untuk mengundang Yuyu dan fans Yoasobi untuk berbagi.

Saya kagum selama membaca dan tidak terasa bukunya sudah habis dibaca semalam (Selasa, 4 Oktober 2022). Waktu itu, saya ditemani membaca oleh Llio Bang Bang. Saya foto bersama Llio untuk merayakan selesainya membaca buku.


Saya termotivasi untuk terus merenung dan berbagi lewat tulisan. Kabar baik berikutnya adalah aplikasi Adsense saya diterima dan saya bisa mendapatkan penghasilan lewat blog ini. Terima kasih atas dukungannya dari pembaca Kalaupadi. Kamu juga boleh mengirimkan permintaan artikel untuk saya ulas dan tuliskan di blog ini. 

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar
Populer