Pada Rabu (14 Desember 2022), saya mendapatkan undangan untuk pentas di Garut. Setelah sekian lama, akhirnya saya memberanikan diri lagi untuk berkesenian. Banyak peristiwa dan perubahan hidup yang saya lalui. Saya pernah bertanya pada diri sendiri tentang kelayakan ku untuk kembali berkesenian. Aku menjawab bahwa aku layak untuk kembali berkarya. Aku sebelumnya tidak punya kesempatan khusus untuk berkesenian secara penuh. Yang ku lakukan hanyalah menunggu, lagi-lagi, hingga kesempatan ini datang lagi.
Dari perjalanan kesenian sebelumnya, saya meninggalkan proyek musik yang belum dipublikasi. Saya belum punya jalan untuk berkesenian secara independen, apalagi untuk bisa hidup dari itu. Saya dulu selalu berpikir untuk membawa tari somatik untuk saya hidup, tetapi saya tidak tahu bagaimana cara memasarkannya. Saya merasa kurang percaya diri untuk mengadakan itu, ditambah saya merasa kurang atas prestasi dan pengakuan, lupa bahwa saya sudah bertahun-tahun mengikuti kelas dan latihan penubuhan dan tari somatik.
Nama acaranya adalah Festival 0.1: Payung Merah. Tajuk acaranya adalah “Satu Sikap, Satu Suara: Hapus Kekerasan Terhadap Perempuan”. Ada berbagai kegiatan, termasuk berbagi dan bincang, musik, buku, pertunjukan seni, stand up comedy, dan donasi. Saya berpikir bahwa acara ini dilaksanakan untuk merespon Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) yang merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia (Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, t.t.). Ini merupakan kesempatan yang bagus, karena bagi saya ini merupakan kali pertama saya menyaksikan gerakan akar rumput feminis di Garut.
Saya akan mencoba dan belajar lagi kali ini, dengan pengerjaan karya yang terstruktur dan singkat. Saya akan menggunakan lagu C Project yang berjudul “Melawan Dunia”. Saya kenal K Dee, penyanyi dari C Project serta perjalanan dia sebagai penyintas kekerasan seksual dan gangguan mental. Saya berpikir bahwa ini adalah jalan awal yang baik untuk dibagikan kepada khalayak di acara Payung Merah.
Saya berpikir bahwa kebanyakan pembaca kalaupadi.my.id mungkin tidak akan sempat hadir di acara. Sehingga saya dengan senang hati berbagi naskah karya pertunjukan saya.
Saya teringat tentang seri karya Kesadaran Wanita yang saya mulai pada 2016 lalu. Awalnya saya membuat itu untuk mengeksplorasi ekspresi dan krisis femininitas yang saya alami pada waktu. Saya berupaya memahami kesulitan dan hambatan yang dialami oleh perempuan. Kekerasan seksual, objektifikasi, dan sebagainya, membuat saya merasa prihatin. Saya pun merasa marah dan tidak adil saat mempelajari patriarki dan bagaimana itu mempengaruhi hidup keseharian banyak orang, termasuk laki-laki dan nilai-nilai maskulinitas beracun.
Narasi merusak itu direproduksi berulang-ulang, menciptakan banyak sekali trauma dan kesusahan. Sesekali saya memikirkan sebuah anekdot, mungkin benar juga apa ynga dikatakan Satre soal orang lain adalah neraka. Saya berada dalam lingkungan yang tanahnya tumbuh subur, tetapi ketidakamanan itu hadir dari manusia yang tinggal di dalamnya. Itu termanifestasi dalam budaya dan sistem.
Mari kita dengarkan lagunya C Project – Melawan Dunia (C_PROJECT, 2022)
Yang pertama saya lakukan adalah menghitung ketukan. Kemudian saya akan memperhatikan lirik untuk eksplorasi gerak. Setelah eksplorasi gerak muncul, saya menyusun ekspresi gerak saya menjadi sebuah koreografi. Setiap selesai melakukan satu urutan, saya mempraktikkan gerakan dan merefleksikan pengalaman menari saya. Saya mengubah gerakan saya sesuai hasil refleksi.
Begitulah proses sederhana yang akan saya lakukan untuk karya tari ini.
Menurut saya pribadi, C Project cukup mewakili untuk menyuarakan suara korban penyintas kekerasan seksual. Saya merasakan adanya dampak emosi dan trauma yang membatasi. Sehingga melawan dunia menjadi upaya pemulihan pribadi, untuk bisa hidup berdaya dan produktif. Ini yang saya ilhami dari lagu dan C Project. Dengan lagu dan tari ini, saya berharap penyintas bisa bangkit dengan mengakui peristiwa traumanya dan melakukan jalan keadilan nya sendiri.
Jika ada kesempatan, saya akan membagikan proses karya saya di instagram saya @kalaupadi . Saya akan senang sekali jika ada pembaca kalaupadi yang hadir dan mengapresiasi karya saya. Saya ucapkan terima kasih kepada Ukefox yang membolehkan saya untuk terlibat dalam panggung bersejarah dalam gerakan feminis akar rumput di Garut.
Referensi
C_PROJECT (Direktur). (2022, Desember 8). Melawan Dunia (Official Music Video). https://www.youtube.com/watch?v=IANZtxqhYOs
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. (t.t.). Komnas Perempuan | Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Diambil 14 Desember 2022, dari https://komnasperempuan.go.id/kampanye-detail/16-hari-anti-kekerasan-terhadap-perempuan


Posting Komentar